Ketua DPRD Pamekasan Soroti Antrean SPBU, Minta Kuota Ditambah dan Pengawasan Diperketat

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur saat ditemui diruang kerjanya. (KLIKMADURA)

Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur saat ditemui diruang kerjanya. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menyoroti persoalan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan.

Menurutnya, Pemerintah dan Pertamina perlu menambah kuota atau pasokan BBM seiring dengan terus meningkatnya jumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

“Pertamina harus menambah kuota, karena kendaraan motor dan mobil terus bertambah. Jangan sampai kebutuhan masyarakat tidak diimbangi dengan ketersediaan BBM,” katanya.

Politisi dari partai berlambang ka’bah itu juga meminta pengusaha SPBU memperbanyak jenis BBM non-subsidi. Hal tersebut dinilai penting untuk mengurangi tekanan terhadap BBM subsidi.

Baca juga :  Jaring Talenta Berbakat, Klik Madura Gelar Voice of Islamic Competition

“Pengusaha SPBU juga harus menambah jenis BBM non-subsidi. Jangan hanya mengandalkan BBM subsidi,” ujarnya.

Menurutnya, masih terdapat SPBU di Pamekasan yang belum menyediakan sejumlah jenis BBM non-subsidi. Salah satunya SPBU Larangan Badung yang belum menyediakan Dexlite. Hal tersebut juga terjadi di SPBU Asem Manis yang hanya menyediakan Bio Solar untuk jenis BBM tersebut.

“Tidak semua SPBU di Pamekasan menyediakan BBM yang subsidi maupun non-subsidi secara lengkap. Ini juga perlu menjadi perhatian,” ucapnya.

Ali Masykur meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap praktik di lapangan. Ia mengaku menerima informasi mengenai dugaan adanya oknum karyawan SPBU yang bermain dengan pedagang eceran maupun penimbun BBM.

Baca juga :  Soal Pernyataan Setoran ke Ajudan Bupati, Eks Kapus di Pamekasan Ngaku Kesal Lantaran Dimutasi

“Yang perlu diperhatikan juga adalah karyawan SPBU bermain dengan pedagang eceran atau penimbun BBM. Informasi yang kami terima, setiap satu jeriken yang diisi dimintai Rp5 ribu,” ungkapnya.

Menurutnya, satu jeriken yang diisi tersebut dapat menampung sekitar 30 hingga 35 liter BBM. Jika praktik tersebut benar terjadi, maka distribusi BBM subsidi berpotensi tidak tepat sasaran.

“Kalau begitu caranya, yang menjadi korban adalah nelayan dan petani. Mereka yang memang membutuhkan BBM untuk bekerja justru kesulitan mendapatkan BBM,” tegasnya.

DPRD Pamekasan meminta Pertamina bersama pemerintah daerah dan pengelola SPBU memperketat pengawasan distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi.

Baca juga :  Datangi DPR RI, Wabup Pamekasan Perjuangkan Cathlab RSUD Masuk BPJS Kesehatan

BBM subsidi harus benar-benar diterima masyarakat yang berhak, terutama kelompok yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ketersediaan BBM seperti nelayan dan petani.

“Jangan sampai BBM subsidi justru dinikmati oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Pengawasan harus diperketat agar persoalan antrean dan kelangkaan di lapangan tidak terus berulang,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar
Hari Santri Nasional 2026, UIM Perkuat Tradisi Pesantren Lewat Berbagai Kegiatan
Satpol PP dan Damkar Pamekasan Tambah Armada Baru, Anggarkan Rp1,5 Miliar
Disdikbud Pamekasan Rencanakan Perluasan Museum Mandhilaras, Targetkan Realisasi 2027
Tim Gabungan Segel Hotel Putri dan Sejumlah Tempat Hiburan di Pamekasan
Pemkab Pamekasan Berpotensi Dapat Kucuran Anggaran Rp107 Miliar untuk Penanganan Sampah
Disdikbud Pamekasan Apresiasi SDN Kowel 3, Dorong Guru Naik Level Lewat Digitalisasi Pembelajaran
Lapangan Karapan Sapi Pamekasan Belum Layak Gelar Piala Presiden, Pakar Sakera Minta Segera Dibenahi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Hari Santri Nasional 2026, UIM Perkuat Tradisi Pesantren Lewat Berbagai Kegiatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Satpol PP dan Damkar Pamekasan Tambah Armada Baru, Anggarkan Rp1,5 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Disdikbud Pamekasan Rencanakan Perluasan Museum Mandhilaras, Targetkan Realisasi 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Tim Gabungan Segel Hotel Putri dan Sejumlah Tempat Hiburan di Pamekasan

Berita Terbaru

Pengendara melintas di area penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kabupaten, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Senin (19/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Pamekasan

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 10:43 WIB