PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pembangunan tahap kedua Puskesmas Bulangan Haji di Kabupaten Pamekasan terus dikebut. Namun, hingga memasuki minggu keempat pelaksanaan, progres pekerjaan fisik proyek tersebut masih berada di angka 3,90 persen.
Progres tersebut tercatat hingga Minggu (30/8/2026). Rendahnya capaian pekerjaan disebabkan pelaksanaan fisik proyek baru dimulai pada minggu ketiga Agustus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifudin mengatakan, pekerjaan tahap kedua Puskesmas Bulangan Haji atau Bulhaj saat ini masih berada pada tahapan awal. Salah satu pekerjaan yang sedang dilakukan adalah memplester bagian tembok bangunan.
Dengan capaian tersebut, progres pembangunan tahap kedua fasilitas kesehatan tersebut masih berada di bawah 10 persen.
“Mulai pengerjaan itu pada minggu ketiga. Harus bisa selesai tepat waktu,” tegasnya.
Dinkes Pamekasan, kata Saifudin, akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. Pengawalan dilakukan agar pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal dan rencana yang telah ditetapkan.
Pembangunan tahap kedua Puskesmas Bulangan Haji tersebut menelan anggaran sekitar Rp3,9 miliar.
Proyek tersebut dikerjakan CV Raya Ilmi setelah perusahaan tersebut memenangkan proses lelang pada Juli lalu. Kontrak pekerjaan antara Dinkes Pamekasan dengan kontraktor asal Surabaya itu ditandatangani pada 5 Agustus 2026.
“Pengerjaan dilakukan selama 130 hari, yaitu sejak dimulainya kontrak hingga Senin (12/12),” ungkap dr. Saifudin.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli meminta pembangunan tersebut menjadi perhatian serius. Ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan lebih awal dari batas waktu yang telah ditentukan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.
Menurut dia, ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan harus berjalan beriringan karena pembangunan Puskesmas Bulangan Haji menyangkut kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Intinya, tidak boleh lewat dari deadline yang ditentukan. Tentu kami terus mengkawal hal ini, karena ini kepentingan masyarakat banyak, harus diutamakan,” tegasnya.
Klik Madura berupaya meminta keterangan kepada perwakilan CV Raya Ilmi, Arif, terkait pelaksanaan proyek tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meski nomor teleponnya aktif. (enk/nda)














