PAMEKASAN || KLIKMADURA – Rencana revitalisasi empat kawasan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Pamekasan belum mulai dikerjakan. Padahal, Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,2 miliar untuk program tersebut pada tahun ini.
Empat kawasan yang masuk dalam rencana revitalisasi tersebut adalah Sentra PKL Sae Salera di Jalan Niaga, Sae Rassah di Jalan Dirgahayu, Food Colony di Jalan Kesehatan, serta kawasan eks PJKA di Jalan Trunojoyo.
Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) dan Naker Pamekasan, Mohammad Alwi, mengatakan sebelum pelaksanaan revitalisasi dimulai, pemerintah akan terlebih dahulu meminta masukan dari para pedagang.
Sejumlah PKL dari masing-masing kawasan akan dipanggil untuk menyampaikan kebutuhan dan keinginan mereka terkait rencana penataan tempat berjualan.
“Kita butuh masukan para PKL terkait rencana revitalisasi itu. Pemanggilan ini sangat penting agar tidak keluhan lagi dikemudikan hari,” katanya, Rabu (2/9/2026).
Menurut Alwi, aspirasi pedagang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pelaksanaan program tersebut. Pemerintah ingin revitalisasi yang dilakukan nantinya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing sentra PKL.
Pemkab Pamekasan, kata dia, terus berupaya menyediakan ruang usaha yang lebih layak dan nyaman bagi pedagang kaki lima dalam menjalankan aktivitas perdagangan.
“Pemkab terus berupaya menyediakan tempat usaha yang lebih layak dan nyaman bagi PKL dalam menjalankan aktivitas perdagangan,” ujarnya.
Alwi menjelaskan, anggaran sebesar Rp3,2 miliar telah dialokasikan untuk merevitalisasi empat sentra PKL tersebut. Namun, anggaran tidak akan dibagi secara merata kepada setiap kawasan.
Besaran anggaran untuk masing-masing sentra akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan jenis revitalisasi yang diperlukan.
“Iya, Pemkab sudah menganggarkan Rp3,2 miliar. Anggaran itu nantinya akan dibagi sesuai dengan kebutuhan area revitalisasi sentra PKL,” ucapnya.
Ia berharap revitalisasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Baik pemerintah, pedagang maupun masyarakat yang datang sebagai konsumen.
“Kita ingin agar tempat yang nanti direvitalisasi itu bisa sesuai dengan keinginan pemerintah, keinginan PKL, tentunya juga agar masyarakat atau pelanggan yang datang ke sana itu senang,” tandasnya. (ibl/nda)














