SE 2026 Masuk Babak Akhir, Bakal Jadi Dasar Arah Kebijakan Program Pemerintah

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor BPS Kabupaten Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Kantor BPS Kabupaten Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Sampang memasuki hari terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang menegaskan data yang dihimpun dari pelaku usaha akan menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dan program intervensi bagi dunia usaha.

Pendataan tersebut tidak hanya menyasar perusahaan berskala besar. Pelaku usaha mikro hingga usaha yang dijalankan dari rumah juga menjadi bagian dari sasaran pendataan SE2026.

Kepala BPS Sampang Boby Eko Heru Mulyadi mengatakan, seluruh aktivitas ekonomi yang berlangsung di tengah masyarakat perlu tercatat agar pemerintah memiliki gambaran kondisi usaha yang sebenarnya.

Baca juga :  Hari Pertama Pendaftaran Dirut dan Dirop PT. GSM Tak Ada Pendaftar

“Data yang terkumpul nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan serta berbagai bentuk intervensi yang lebih tepat sasaran. Jangan sampai kebijakan disusun hanya berdasarkan perkiraan,” tegas Boby.

Menurutnya, akurasi data menjadi faktor penting sebelum pemerintah menentukan program maupun dukungan bagi pelaku usaha. Data yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan berpotensi menghasilkan gambaran sektor ekonomi yang kurang tepat.

BPS Sampang membutuhkan pembaruan data untuk mengetahui kondisi riil dunia usaha di daerah. Informasi tersebut nantinya dapat menjadi bahan pemerintah dalam merancang program pemberdayaan sekaligus menentukan sumber daya yang dibutuhkan berdasarkan kondisi yang tercatat.

Baca juga :  Mayoritas Dapur MBG di Sampang Belum Bersertifikat Halal, Pemkab Sebut Terkendala Tak Ada RPU Halal

Karena itu, BPS meminta pelaku usaha memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya ketika didatangi petugas sensus. Pelaku usaha diharapkan tidak memberikan data secara asal karena informasi yang dihimpun akan menjadi bagian dari gambaran perekonomian daerah.

Boby juga mengingatkan pelaku usaha yang hingga batas akhir belum didatangi petugas agar segera mengambil langkah. BPS Sampang membuka jalur pelaporan mandiri bagi pelaku usaha yang merasa belum masuk dalam pendataan.

“Bagi pelaku usaha yang merasa belum terdata hingga mendekati batas akhir pelaksanaan, BPS Sampang mengimbau untuk segera melapor secara mandiri melalui call center SE2026 di nomor 0851-7993-3527,” ujarnya.

Baca juga :  Polres Sampang Musnahkan Ratusan Barang Bukti Hasil Operasi Pekat Semeru 2024

Partisipasi pelaku usaha dinilai penting untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi di Kabupaten Sampang dapat terpetakan. Dengan data yang lebih lengkap dan sesuai kondisi lapangan, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan maupun menentukan bentuk intervensi untuk sektor usaha.

“Mari sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Terima petugas sensus dan berikan informasi yang benar sesuai dengan kondisi usaha sebenarnya demi kemajuan bersama,” tuturnya.

Pendataan SE2026 di Kabupaten Sampang berakhir pada Senin (31/8/2026). Bagi pelaku usaha yang belum terdata, BPS Sampang meminta segera menghubungi call center SE2026 agar aktivitas usahanya tetap dapat tercatat. (ali/nda)

Berita Terkait

Harga Anjlok, Petani Garam Sampang Menjerit
Sudah Diaudit BPK dan Ada Pengembalian Uang, Kerusakan Puskesmas Karang Penang Kembali Dipersoalkan
Eks Kadispendik Sampang Mulai Bernyanyi, Mantan Pj Bupati, Mantan Wabup hingga Anggota DPRD Jatim Disebut dalam BAP
Mantan Kadispendik Sampang Ditahan Kejari, Diduga Korupsi Proyek SMP Rugikan Negara Rp2,7 Miliar
Coffee Morning dan Maulid Nabi, Kapolres Sampang Ajak Media hingga Ojol Bersatu Jaga Kamtibmas
Semarakkan HUT ke-81 RI, Komunitas Wartawan dan LSM Pak Salim Gelar Turnamen Domino Berhadiah Motor
Pulau Mandangin Satu-satunya Wilayah Tak Tersentuh MBG di Sampang
Jadi Sorotan, Proyek P3-TGAI Desa Anggersek Sampang Belum Rampung Padahal Anggaran Sudah Cair 100 Persen

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Harga Anjlok, Petani Garam Sampang Menjerit

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:10 WIB

SE 2026 Masuk Babak Akhir, Bakal Jadi Dasar Arah Kebijakan Program Pemerintah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Sudah Diaudit BPK dan Ada Pengembalian Uang, Kerusakan Puskesmas Karang Penang Kembali Dipersoalkan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 04:16 WIB

Eks Kadispendik Sampang Mulai Bernyanyi, Mantan Pj Bupati, Mantan Wabup hingga Anggota DPRD Jatim Disebut dalam BAP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Mantan Kadispendik Sampang Ditahan Kejari, Diduga Korupsi Proyek SMP Rugikan Negara Rp2,7 Miliar

Berita Terbaru

Petani garam berada di salah satu lahan pegaraman di Kabupaten Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Sampang

Harga Anjlok, Petani Garam Sampang Menjerit

Senin, 31 Agu 2026 - 07:35 WIB

Ketua KSMI Pamekasan, Mahfud (jas hitam) bersama tamu undangan usai menyerahkan trophi kepada tim MAN 2 Pamekasan yang keluar sebagai Juara 1 Kejurkab KSMI Pamekasan di lapangan Puri Dewata Mini Soccer (PDMS) Pamekasan. (KLIKMADURA)

Pamekasan

KSMI Pamekasan Sukses Jaring Atlet Berbakat Melalui Kejurkab

Sabtu, 29 Agu 2026 - 15:32 WIB