Dua Proyek Irigasi Kelilingi Satu Sawah, LIRA Pertanyakan Manfaat P3-TGAI di Sampang

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan proyek P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 di Desa Sogian, Kecamatan Omben, Sampang. (KLIKMADURA)

Penampakan proyek P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 di Desa Sogian, Kecamatan Omben, Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang bertujuan memperkuat jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian mendapat sorotan di Kabupaten Sampang.

Dua proyek P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 di Desa Sogian, Kecamatan Omben, dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan petani karena manfaatnya dipertanyakan.

Sorotan tersebut disampaikan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Sampang setelah melakukan peninjauan langsung terhadap proyek yang dikerjakan oleh P3A Sogian Makmur dan P3A Barokah Makmur.

LIRA menilai persoalan tidak hanya terletak pada kualitas pekerjaan, tetapi juga efektivitas pembangunan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bupati LIRA Kabupaten Sampang Sudar, S.E., mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kedua saluran irigasi dibangun mengelilingi satu hamparan sawah.

Baca juga :  Ratusan Napi di Sampang Bakal Diajukan Dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI

Kondisi itu dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana proyek tersebut mampu memperluas layanan irigasi bagi lahan pertanian lainnya.

“Selain kualitas pekerjaannya yang buruk, manfaatnya juga tidak diperhatikan. Terbukti dua proyek di Desa Sogian ini dibuat mengelilingi satu sawah. Di mana letak manfaatnya bagi banyak petani,” kata Sudar, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, bentuk pembangunan saluran lebih menyerupai pembatas lahan daripada jaringan irigasi yang berfungsi mendistribusikan air ke area pertanian yang lebih luas. Apabila kondisi tersebut benar, tujuan utama program untuk meningkatkan produktivitas pertanian dikhawatirkan tidak akan tercapai secara optimal.

Baca juga :  Mengenal Sosok Halim Perdana Kusuma, Pahlawan Nasional yang Namanya Diabadikan Jadi Nama Jalan di Sampang

Selain mempertanyakan manfaat proyek, LIRA juga menyoroti kualitas konstruksi yang dikerjakan. Berdasarkan hasil pengamatan mereka, saluran irigasi diduga dibangun tanpa fondasi yang memadai, sementara campuran material yang digunakan dinilai tidak memenuhi standar teknis.

“Fondasi tidak ada, campurannya juga buruk. Begitu juga dengan pelaksanaannya yang kami nilai asal kerja,” tegasnya.

LIRA menegaskan, proyek yang dibiayai menggunakan anggaran negara seharusnya tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, organisasi tersebut meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penentuan lokasi, pelaksanaan pekerjaan, hingga pengawasan kualitas proyek P3-TGAI di Desa Sogian.

Selain evaluasi dari instansi teknis, LIRA juga berharap aparat penegak hukum ikut melakukan pengawasan apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga :  Menyongsong Pilkada Sampang 2024, Aliansi Pemuda Camplong Perkuat Konsolidasi

“Semoga ini menjadi bahan evaluasi bagi BBWS Brantas. Kami juga berharap aparat penegak hukum dapat memberikan efek jera apabila ditemukan adanya pelanggaran,” pungkas Sudar.

Terpisah, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun BBWS Brantas terkait temuan dan kritik yang disampaikan LIRA Kabupaten Sampang. Klik Madura akan terus berupaya memperoleh konfirmasi guna menjaga keberimbangan informasi sesuai prinsip jurnalistik. (ali/nda)

Berita Terkait

Disambut Musik Daul dan Tarian Madura, AKBP Anang Hardiyanto Resmi Nahkodai Polres Sampang
Duta Genre Disiapkan Jadi Garda Depan Indonesia Emas 2045, Pemkab Sampang Fokus Cetak Remaja Berkualitas
Dipicu Asmara Tak Direstui, Bentrok Berdarah Tiga Orang Pecah di Sampang
Dua Surat Edaran Tak Digubris, Pengelolaan Sampah Dapur MBG di Sampang Masih Semrawut
Dokter RSUD dr. Mohammad Zyn dan Juru Parkir Diciduk Kasus Dugaan Sabu, Manajemen Siapkan Sanksi Pemecatan
Imigrasi Pamekasan Kukuhkan Desa Omben sebagai Desa Binaan, Perkuat Pencegahan PMI Nonprosedural
Pj Kades Banyukapah Buka Suara Soal Polemik Bansos Misnati, Tegaskan Penyaluran Sesuai Aturan
Jelang Penentuan Pj Sekda Sampang, Tokoh Agama Dorong Choirijah Masuk Bursa Kandidat

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:27 WIB

Dua Proyek Irigasi Kelilingi Satu Sawah, LIRA Pertanyakan Manfaat P3-TGAI di Sampang

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:19 WIB

Disambut Musik Daul dan Tarian Madura, AKBP Anang Hardiyanto Resmi Nahkodai Polres Sampang

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Duta Genre Disiapkan Jadi Garda Depan Indonesia Emas 2045, Pemkab Sampang Fokus Cetak Remaja Berkualitas

Senin, 27 Juli 2026 - 08:21 WIB

Dipicu Asmara Tak Direstui, Bentrok Berdarah Tiga Orang Pecah di Sampang

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:51 WIB

Dua Surat Edaran Tak Digubris, Pengelolaan Sampah Dapur MBG di Sampang Masih Semrawut

Berita Terbaru