Mahasiswa KKN UTM Ikut Lestarikan Tradisi Rokat Buju’ di Dempo Barat, Warga Perkuat Solidaritas Lewat Doa Bersama

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN UTM Kelompok 16 foto bersama warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. (KLIKMADURA)

Mahasiswa KKN UTM Kelompok 16 foto bersama warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) turut ambil bagian dalam pelaksanaan tradisi Rokat Buju’ bersama masyarakat Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.

Keterlibatan tersebut menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas masyarakat.

Tradisi Rokat Buju’ merupakan ritual tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang diyakini telah berjasa dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan itu diikuti warga dari sejumlah dusun di Desa Dempo Barat, di antaranya Dusun Kembang, Karang Tengah, Pandian, Toroy, Duwe Pote, Patemon, Janten, Bancek, Jurang Dalam, hingga Potreh.

Pelaksanaan Rokat Buju’ yang digelar pada Kamis (2/7/2026) berlangsung khidmat. Warga bersama mahasiswa membawa berbagai perlengkapan ritual dan makanan untuk didoakan sebelum disantap bersama.

Baca juga :  Polres Pamekasan Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi, Satu Oknum Pengacara Buron

Makanan tersebut sebagai simbol rasa syukur atas rezeki, keselamatan, dan hasil pertanian yang diperoleh selama setahun terakhir.

Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama dan sesepuh desa di area makam leluhur atau buju’. Doa dipanjatkan untuk keselamatan desa, kesejahteraan masyarakat, serta keberkahan bagi seluruh warga.

Setelah itu, seluruh peserta menikmati hidangan bersama sebagai lambang persaudaraan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Kepala Desa Dempo Barat Joko Pranoto mengatakan, Rokat Buju’ merupakan wujud doa dan harapan masyarakat agar desa senantiasa diberikan keselamatan dan kesejahteraan.

Baca juga :  SDI Al-Munawwarah Pamekasan Sukses Gelar Farewell Event ke-50 dan Pengukuhan Tahfidz

Menurutnya, tradisi tersebut telah dilaksanakan sejak masa kepala desa terdahulu dan menjadi bagian dari sejarah panjang Desa Dempo Barat.

“Rokat Buju’ itu bentuk doa dan harapan masyarakat agar Desa Dempo Barat selalu diberi keselamatan dan kesejahteraan. Dalam sejarah sendiri, kades-kades sebelumnya sudah melakukan tradisi tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi media untuk menyatukan harapan masyarakat melalui doa bersama.

Koordinator Desa KKN Kelompok 16, R. Kholishul Mukhlis, mengaku keterlibatan mahasiswa dalam Rokat Buju’ memberikan pengalaman spiritual dan budaya yang berharga. Menurutnya, tradisi tersebut mengajarkan pentingnya menjaga kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas masyarakat.

Baca juga :  Perkuat SDM Mahasiswa, BEM Fakultas Teknik UIM Gelar Leadership Technology Academy 2025

“Tradisi ini mengajarkan kami bahwa budaya adalah cara menjaga kebersamaan masyarakat,” katanya.

Bagi mahasiswa KKN, pengalaman mengikuti Rokat Buju’ menjadi momen pertama yang membekas. Mereka melihat langsung antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui kegiatan itu, mahasiswa berharap Rokat Buju’ tetap menjadi identitas budaya Desa Dempo Barat yang terus dilestarikan. Selain menjaga nilai-nilai kearifan lokal, tradisi tersebut juga diharapkan mampu mempererat solidaritas masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa yang mengabdi di desa tersebut. (nda)

Berita Terkait

Tutup MPLS dengan Perkajum, SMAN 1 Pakong Perkuat Karakter Siswa dan Budaya Religius
SMKN 1 Pamekasan Resmi Tutup MPLS, Kepsek Harap Siswa Baru Cepat Beradaptasi dan Berprestasi
SMKN 1 Tlanakan Tutup MPLS dengan Penampilan Ekstrakurikuler, Dorong Siswa Baru Kembangkan Potensi
MPLS SMAN 1 Waru Resmi Ditutup, Kepsek Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab Sejak Hari Pertama Sekolah
DPRD Pamekasan Siapkan Rekomendasi Keras, OPD dengan Rapor Merah Terancam Dipangkas Anggaran
SMAN 1 Galis Libatkan Wali Murid Sejak Pra-MPLS, Perkuat Sinergi Bentuk Karakter Siswa
SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Masih Disegel, MPLS Tak Bisa Digelar
SMAN 1 Pademawu Rawat Budaya Lokal Lewat Ekstrakurikuler, Siapkan Wadah Minat dan Bakat Siswa Baru

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:14 WIB

Mahasiswa KKN UTM Ikut Lestarikan Tradisi Rokat Buju’ di Dempo Barat, Warga Perkuat Solidaritas Lewat Doa Bersama

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:08 WIB

Tutup MPLS dengan Perkajum, SMAN 1 Pakong Perkuat Karakter Siswa dan Budaya Religius

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:54 WIB

SMKN 1 Pamekasan Resmi Tutup MPLS, Kepsek Harap Siswa Baru Cepat Beradaptasi dan Berprestasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:19 WIB

SMKN 1 Tlanakan Tutup MPLS dengan Penampilan Ekstrakurikuler, Dorong Siswa Baru Kembangkan Potensi

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:04 WIB

DPRD Pamekasan Siapkan Rekomendasi Keras, OPD dengan Rapor Merah Terancam Dipangkas Anggaran

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As. (DOK. KLIKMADURA)

Opini

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 03:02 WIB