PAMEKASAN || KLIKMADURA – SMAN 1 Pakong menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa baru, serta sebagian siswa kelas XI dan XII yang menjalani program pembinaan.
Kepala SMAN 1 Pakong Rudy Suwandono mengatakan, Perkajum dipilih sebagai media pembentukan karakter sekaligus menanamkan kedisiplinan dan akhlak kepada peserta didik.
Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi bagian dari pembinaan bagi siswa yang sebelumnya menjalani retret.
“Alhamdulillah mereka bisa berubah. Dalam kegiatan ini mereka juga membacakan ikrar siswa yang berisi komitmen untuk mematuhi seluruh tata tertib sekolah,” ujarnya.
Rudy menjelaskan, SMAN 1 Pakong kini mengusung jargon “SMA Negeri Rasa Pesantren dan Berketerampilan Khusus.” Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai program keagamaan yang menjadi budaya sekolah.
Setiap hari siswa dibiasakan melaksanakan salat dhuha berjamaah, tadarus, serta kultum tiga kali dalam sepekan. Selain itu, setiap Jumat digelar pembelajaran kitab Adabul Alim wal Muta’allim, sedangkan Kamis malam para guru rutin menggelar khatmil Quran.
Sekolah juga mengembangkan program tahfiz Al-Qur’an dan hafalan surah-surah pendek bagi siswa. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam 32 tahun berdiri, SMAN 1 Pakong menggelar wisuda tahfiz pada acara perpisahan tahun ini.
“Makanya selama 32 tahun SMAN 1 Pakong berdiri, baru kemarin kami menggelar wisuda tahfiz saat acara perpisahan,” jelas Rudy.
Selain penguatan karakter religius, sekolah juga mengembangkan keterampilan vokasional. Saat ini tersedia kurikulum Teknik Kendaraan Ringan (TKR), sementara program tata boga dan tata busana disiapkan menyesuaikan minat peserta didik.
SMAN 1 Pakong juga menjadi bagian dari Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Program tersebut mencakup bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan yang melibatkan seluruh siswa.
“Di sini semuanya ada, umum ada, agama ada, dan keterampilan juga ada. Insyaallah waktunya cukup,” katanya.
Di bidang pengembangan minat dan bakat, sekolah memiliki 10 ekstrakurikuler, mulai dari band, hadrah, basket, futsal, PMR, hingga Pramuka.
Rudy berharap berbagai program tersebut mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap SMAN 1 Pakong.
Pada tahun ajaran baru ini, SMAN 1 Pakong menerima 46 siswa baru yang terbagi dalam dua rombongan belajar. Jumlah tersebut dinilai menjadi capaian positif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tentu ini berkat kerja sama semua pihak, mulai dari guru hingga masyarakat yang telah mempercayai kami,” pungkasnya. (enk/nda)













