SAMPANG || KLIKMADURA – Belasan warga Kabupaten Sampang mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok pemberangkatan tenaga kerja ke Malaysia. Mereka mengklaim telah menyetorkan uang jutaan rupiah kepada seorang oknum aktivis berinisial A, tetapi hingga kini tak kunjung diberangkatkan.
Para korban mengaku tergiur setelah dijanjikan pekerjaan di Malaysia dengan proses keberangkatan yang disebut dapat diurus. Namun, mereka mengaku tidak mengetahui apakah program yang ditawarkan tersebut merupakan skema resmi atau bukan.
Salah seorang korban, Ilyas, mengatakan mayoritas korban berasal dari Desa Aeng Sareh, Kabupaten Sampang. Selain itu, terdapat pula korban dari Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan yang mengaku mengalami kejadian serupa.
“Setelah kami telusuri, ternyata pelaku diduga memiliki rekam jejak melakukan penipuan dengan modus serupa. Karena itu kami menduga masih ada korban lain yang belum berani melapor,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan para korban, uang yang diserahkan kepada terduga pelaku bervariasi, mulai Rp7 juta hingga Rp17 juta per orang. Dana tersebut dibayarkan dengan harapan dapat segera diberangkatkan untuk bekerja di Malaysia.
Namun, setelah seluruh biaya diserahkan, jadwal keberangkatan disebut terus mengalami penundaan. Para korban mengaku pelaku berulang kali menyampaikan berbagai alasan hingga akhirnya keberadaannya tidak lagi diketahui.
Hingga kini, para korban mengaku belum mengetahui keberadaan terduga pelaku. Mereka berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penipuan tersebut kepada aparat penegak hukum agar kasus itu dapat diusut secara tuntas.
Berdasarkan jumlah korban yang telah terdata dan nominal uang yang telah disetorkan, total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Nilai tersebut masih berpotensi bertambah apabila nantinya ditemukan korban lain yang belum melapor. (ali/nda)













