PAMEKASAN || KLIKMADURA – Hernia tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga dapat menyerang bayi dan anak-anak. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti hernia inkarserata hingga strangulata yang dapat membahayakan keselamatan pasien.
Dokter Spesialis Bedah Anak RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, dr. Eva Puspitasari, Sp.BA., M.Ked.Klin, menjelaskan hernia inkarserata dan strangulata terjadi ketika usus yang keluar melalui celah hernia tidak dapat kembali ke posisi semula.
Akibatnya, usus terjepit dan berpotensi mengalami kerusakan apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.
“Seperti tanda-tandanya kembung, muntah, nyeri hebat yang ditandai dengan anak rewel setiap saat, sampai terjadi kerusakan pada ususnya,” jelasnya.
Menurut dr. Eva, masih banyak masyarakat yang beranggapan hernia pada bayi dapat sembuh sendiri atau cukup dipijat. Padahal, tindakan tersebut justru berisiko memperparah kondisi karena usus yang berada di dalam benjolan bisa mengalami pembengkakan hingga terjepit.
Ia menegaskan, penanganan hernia pada bayi maupun anak umumnya dilakukan melalui tindakan operasi. Namun, waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan gejala yang muncul.
“Kalau benjolannya masih keluar masuk, operasinya bisa direncanakan. Kecuali kalau ususnya sudah terjepit dan muncul tanda-tanda seperti muntah, perut kembung, serta nyeri hebat, maka harus segera dilakukan operasi,” ujarnya.
Karena itu, dr. Eva mengimbau para orang tua agar tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan benjolan di area selangkangan bayi atau anak.
Pemeriksaan sejak dini oleh dokter spesialis bedah anak dinilai penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat.
“Apabila terdapat benjolan di area selangkangan pada anak-anak dan bayi, segera konsultasikan ke dokter spesialis bedah anak agar segera ditangani dan dilakukan tindakan,” tandasnya. (enk/nda)













