PAMEKASAN || KLIKMADURA – Para nelayan di Kabupaten Pamekasan mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar selama tiga hari terakhir, terhitung sejak Senin hingga saat ini.
Kelangkaan bahan bakar bersubsidi tersebut berdampak langsung pada aktivitas melaut, sehingga para nelayan memilih mengadukan persoalan itu ke DPRD Pamekasan.
Salah satu nelayan asal Desa Tanjung, Rico Hendriyo, menyampaikan bahwa selama tiga hari terakhir nelayan tidak memperoleh jatah solar. Menurutnya, hal itu dipicu oleh larangan pengisian solar menggunakan drigen di SPBU Asem Manis oleh pihak kepolisian.
“Biasanya kami masih bisa mendapatkan solar meski jumlahnya terbatas. Namun sekarang sama sekali tidak. Pihak SPBU tidak memperbolehkan nelayan mengisi drigen atas saran dari kepolisian,” katanya.
Rico mengaku, meskipun nelayan telah membawa surat rekomendasi dari Dinas Perikanan untuk pengisian solar khusus nelayan, namun tetap tidak dilayani. Kondisi tersebut membuat nelayan semakin resah karena aktivitas melaut terhenti.
“Nelayan ada yang datang sendiri dan membawa surat rekomendasi, tetapi tetap tidak diberikan solar,” ujarnya.
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Salman AlFarisi, menegaskan bahwa seluruh laporan nelayan akan segera ditindaklanjuti. Legislatif akan segera melakukan inspeksi mendadak ke SPBU serta memanggil instansi terkait untuk mencari kejelasan dan solusi.
“Semua aduan nelayan akan kami tindak lanjuti. Mulai dari sidak ke SPBU hingga pemanggilan dinas terkait,” ucapnya.
Salman juga mengakui bahwa persoalan solar tidak hanya terjadi di daerah, melainkan telah menjadi isu nasional. Ia menyebut, kelangkaan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keterlambatan distribusi dan pengurangan pasokan.
“Solar sudah menjadi isu nasional. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari pendistribusian yang terlambat hingga faktor lainnya,” tandasnya. (ibl/nda).













