Tiga Hari Tanpa Solar, Nelayan Pamekasan Wadul Dewan

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah nelayan menyampaikan aspirasi kepada Komisi II DPRD Pamekasan terkait kelangkaan solar. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Sejumlah nelayan menyampaikan aspirasi kepada Komisi II DPRD Pamekasan terkait kelangkaan solar. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Para nelayan di Kabupaten Pamekasan mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar selama tiga hari terakhir, terhitung sejak Senin hingga saat ini.

Kelangkaan bahan bakar bersubsidi tersebut berdampak langsung pada aktivitas melaut, sehingga para nelayan memilih mengadukan persoalan itu ke DPRD Pamekasan.

Salah satu nelayan asal Desa Tanjung, Rico Hendriyo, menyampaikan bahwa selama tiga hari terakhir nelayan tidak memperoleh jatah solar. Menurutnya, hal itu dipicu oleh larangan pengisian solar menggunakan drigen di SPBU Asem Manis oleh pihak kepolisian.

“Biasanya kami masih bisa mendapatkan solar meski jumlahnya terbatas. Namun sekarang sama sekali tidak. Pihak SPBU tidak memperbolehkan nelayan mengisi drigen atas saran dari kepolisian,” katanya.

Baca juga :  Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 3 Miliar untuk Rehab Kelas Sekolah Rakyat di Pamekasan

Rico mengaku, meskipun nelayan telah membawa surat rekomendasi dari Dinas Perikanan untuk pengisian solar khusus nelayan, namun tetap tidak dilayani. Kondisi tersebut membuat nelayan semakin resah karena aktivitas melaut terhenti.

“Nelayan ada yang datang sendiri dan membawa surat rekomendasi, tetapi tetap tidak diberikan solar,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Salman AlFarisi, menegaskan bahwa seluruh laporan nelayan akan segera ditindaklanjuti. Legislatif akan segera melakukan inspeksi mendadak ke SPBU serta memanggil instansi terkait untuk mencari kejelasan dan solusi.

“Semua aduan nelayan akan kami tindak lanjuti. Mulai dari sidak ke SPBU hingga pemanggilan dinas terkait,” ucapnya.

Baca juga :  Pelaku Pencurian Motor yang Diamuk Massa di Kecamatan Batumarmar Pamekasan Ternyata Tidak Sendirian

Salman juga mengakui bahwa persoalan solar tidak hanya terjadi di daerah, melainkan telah menjadi isu nasional. Ia menyebut, kelangkaan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keterlambatan distribusi dan pengurangan pasokan.

“Solar sudah menjadi isu nasional. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari pendistribusian yang terlambat hingga faktor lainnya,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Berita Terbaru