Sebulan Disegel, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Terpaksa Belajar Daring

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berada di depan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Warga berada di depan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sengketa lahan yang berujung pada penyegelan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan hingga kini belum menemukan penyelesaian. Tepat satu bulan sejak peristiwa penyegelan terjadi, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut belum kembali normal.

Dampak paling besar dirasakan para siswa. Selama sebulan terakhir, mereka terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring sambil menunggu kepastian nasib sekolah tempat mereka menuntut ilmu.

Tidak hanya proses belajar yang terganggu, sejumlah siswa juga masih menyimpan trauma atas peristiwa penyegelan yang terjadi pada Senin malam (11/5/2026).

Salah satunya dialami IS (17), siswi kelas X Keperawatan. Ia mengaku mengalami ketakutan dan kepanikan saat penyegelan berlangsung karena ketika itu hanya ada empat siswi yang berada di asrama sekolah.

Baca juga :  Azana Hotel Geser Fokus ke Experience dan Premium Stay, Bidik Segmen Villa, Resort, hingga Luxury

“Karena waktu itu sudah malam, jadi para guru sudah pulang. Hanya kami empat orang siswi yang di asrama sekolah, tentu kami takut waktu itu,” ujarnya.

IS menceritakan, sebelum penyegelan terjadi, dirinya bersama teman-temannya sedang berada di musala sekolah. Tak lama kemudian, datang seorang laki-laki dan seorang perempuan dewasa ke lokasi.

Menurutnya, perempuan tersebut sempat menanyakan jumlah siswa yang belajar di SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan. Setelah itu, mereka diminta meninggalkan area sekolah pada malam itu juga.

Tak berselang lama, proses penyegelan dilakukan sehingga membuat para siswi kebingungan dan ketakutan.

“Kami tanya kenapa kok disegel? Lalu si perempuan itu menjawab kalau tanah itu milik Nisa’. Kami takut waktu itu karena kami tidak tahu duduk perkaranya apa. Tiba-tiba disegel, lalu kami telepon semua guru untuk ke sekolah,” jelasnya.

Baca juga :  Meski SDM Belum Lengkap, Sekolah Rakyat Pamekasan Segera Launching

Peristiwa tersebut masih membekas di ingatan para siswa. Selain kehilangan ruang belajar, mereka juga harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring yang dinilai kurang efektif dibandingkan belajar langsung di kelas.

IS mengaku berharap sekolahnya dapat kembali dibuka sehingga seluruh siswa bisa kembali belajar secara normal.

Terlebih, banyak siswa yang berasal dari luar daerah dan telah memilih sekolah tersebut untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan.

“Iya kami berharap agar bisa dibuka lagi, kami pengen kembali lagi ke sekolah itu. Saya dari jauh ke sini, perjalanannya selama dua jam,” katanya.

Baca juga :  Anggaran RTLH Di Pamekasan Tembus Rp 4 Miliar, Kuota Penerima Hanya 228 Orang

Sementara itu, Kepala SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan, Ahmad Mahfud mengatakan, pihaknya terus berupaya mencari jalan keluar agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan seperti biasa.

Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak siswa maupun tenaga pendidik yang terdampak akibat persoalan tersebut.

Ia berharap seluruh proses yang sedang berjalan dapat segera membuahkan hasil sehingga sekolah kembali dibuka dan para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

“Iya pas satu bulan. Kasihan anak-anak kalau seperti ini terus. Kami tidak meminta apa pun, cukup sekolah dibuka kembali itu kami sudah sangat senang. Semoga ada hasil dari segala upaya yang sudah kami lakukan,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Kemarau Panjang dan Sejumlah Desa Dilanda Kekeringan, Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Shalat Istisqa
Front One Azana Style Pamekasan Bersih-bersih Masjid Al Mukhlisin, Dorong Gerakan Peduli Tempat Ibadah
Legislatif-Eksekutif Sepakati KUA-PPAS, APBD Perubahan 2026 Ditarget Rampung Bulan Ini
BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok Pamekasan Direncanakan Cair Bulan Ini
Sering Keluar Saat Jam Kerja, Kepala SDN Jambringin 2 Pamekasan Diminta Dimutasi
Jenazah Rian Korban KM Virgo Tiba di Rumah Duka, Tinggalkan Istri Hamil Enam Bulan
Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA, Timpora Bahas ABG hingga Aktivitas Olahraga
Unira dan Lapas Pamekasan Perkuat Kolaborasi, Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Pertanian

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 06:58 WIB

Kemarau Panjang dan Sejumlah Desa Dilanda Kekeringan, Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Shalat Istisqa

Jumat, 18 September 2026 - 08:34 WIB

Front One Azana Style Pamekasan Bersih-bersih Masjid Al Mukhlisin, Dorong Gerakan Peduli Tempat Ibadah

Kamis, 17 September 2026 - 10:40 WIB

Legislatif-Eksekutif Sepakati KUA-PPAS, APBD Perubahan 2026 Ditarget Rampung Bulan Ini

Kamis, 17 September 2026 - 04:17 WIB

BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok Pamekasan Direncanakan Cair Bulan Ini

Rabu, 16 September 2026 - 06:46 WIB

Sering Keluar Saat Jam Kerja, Kepala SDN Jambringin 2 Pamekasan Diminta Dimutasi

Berita Terbaru

Opini

Imajinasi Pemekaran Kabupaten Kepulauan Kangean

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:55 WIB