MEKKAH || KLIKMADURA – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan kesiapan petugas haji Indonesia jelang puncak pelaksanaan ibadah haji.
Salah satunya melalui pembinaan dan penguatan pemahaman manasik haji serta teknis pelaksanaan safari wukuf bagi para petugas.
Kegiatan tersebut digelar guna memastikan seluruh petugas memiliki kesiapan ilmu, pemahaman fiqih, hingga kemampuan pelayanan yang optimal dalam mendampingi jamaah di tanah suci.
Dalam pembinaan itu, petugas mendapatkan materi terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji, ketentuan syariat, penanganan jamaah berkebutuhan khusus hingga mekanisme safari wukuf bagi jamaah lansia, sakit, dan uzur syar’i.
Selain itu, para petugas juga ditekankan untuk memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan penuh kesabaran kepada jamaah.
PPIH Arab Saudi Bagian Bimbingan Ibadah (Bimbad) Ilyasak mengatakan, safari wukuf merupakan salah satu layanan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya bagi jamaah dengan kondisi kesehatan terbatas.
“Safari wukuf menjadi salah satu layanan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya bagi jamaah yang mengalami keterbatasan kesehatan sehingga tidak memungkinkan mengikuti proses wukuf secara normal bersama rombongan besar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dalam pembinaan tersebut para petugas juga diajak mengedepankan nilai keikhlasan dan tanggung jawab dalam melayani tamu Allah.
Sebab, selain kesiapan teknis, penguatan mental dan spiritual juga menjadi bagian penting agar petugas mampu menjalankan amanah dengan penuh dedikasi.
Menurutnya, petugas haji tidak hanya bertugas membantu secara administratif dan teknis. Namun, juga menjadi pendamping yang menghadirkan ketenangan dan rasa aman bagi jamaah selama menjalankan ibadah di tanah suci.
“Dan PPIH Arab Saudi akan memberikan layanan safari wukuf sekitar 500 jamaah,” ucap Ilyasak.
Ia menerangkan, safari wukuf merupakan program layanan bagi jamaah haji yang sakit, lansia, berisiko tinggi, atau memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak mampu menjalani rangkaian wukuf secara normal di Padang Arafah.
Nantinya, jamaah akan diberangkatkan menggunakan ambulans menuju area Arafah pada waktu wukuf agar tetap dapat melaksanakan wukuf sebagai rukun haji paling utama.
Ilyasak berharap, melalui pembinaan tersebut seluruh petugas haji semakin siap memberikan pelayanan terbaik, khususnya saat mendampingi jamaah pada fase-fase puncak ibadah haji.
“Komitmen pelayanan yang profesional dan penuh empati diharapkan mampu mendukung kelancaran ibadah serta memberikan kenyamanan bagi seluruh jamaah haji Indonesia di tanah suci,” tandasnya. (enk/nda)













