Budidaya Rumput Laut Pantai Jumiang Mati Suri, Diskan Pamekasan Ambil Sampel Air Laut

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perikanan Pamekasan, Abdul Fata saat menunjukkan lokasi pengambilan sampel air untuk dilakukan uji laboratorium. (KLIKMADURA)

Kepala Dinas Perikanan Pamekasan, Abdul Fata saat menunjukkan lokasi pengambilan sampel air untuk dilakukan uji laboratorium. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Upaya menghidupkan kembali budidaya rumput laut di Pantai Jumiang mulai dilakukan. Pemerintah daerah bersama tim peneliti dari Universitas Negri Malang turun langsung untuk memastikan kualitas air laut.

Kepala Dinas Perikanan Pamekasan, Abdul Fata menyebutkan bahwa penyebab utama matinya budidaya rumput laut diduga karena perubahan kualitas air laut yang tidak lagi mendukung pertumbuhan tanaman.

“Budidaya rumput laut di Pantai Jumiang ini sudah beberapa tahun terakhir mati suri. Indikasinya kualitas air laut berubah, sehingga rumput laut sulit tumbuh dan berujung gagal panen,” katanya.

Baca juga :  6.700 Relawan SPPG Kepung DPRD Pamekasan, Dukung Program MBG Dilanjutkan

Fata mengatakan bahwa pihaknya bersama tim peneliti melakukan pengambilan sampel air laut di pesisir Desa Tanjung. Pengambilan sampel tersebut dilakukan di tengah adanya dugaan pencemaran limbah di kawasan pesisir setempat.

“Kami bersama tim peneliti turun langsung mengambil sampel air laut untuk diuji di laboratorium. Ini penting untuk memastikan kondisi dan kualitas air laut saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, penelitian itu sekaligus menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut terkait rencana menghidupkan kembali budidaya rumput laut di Pantai Jumiang.

“Pak Bupati memang memiliki keinginan agar budidaya rumput laut di Desa Tanjung bisa kembali berjalan seperti periode awal yang dulu sempat berhasil. Namun, kami harus memastikan dulu kualitas air lautnya melalui uji laboratorium,” ucapnya. (ibl/nda).

Baca juga :  Disdikbud Pamekasan Pastikan Tak Ada Regrouping Sekolah Dasar Tahun Ini

Berita Terkait

Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih
Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi
Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat
Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan
Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”
Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim
UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”

Berita Terbaru

Opini

Sumpah Pemuda: Sumpah Generasi Muda Mutatis Mutandis

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:54 WIB