PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dua jamaah haji asal Kabupaten Pamekasan dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026.
Keduanya terpaksa menunda keberangkatan hingga tahun depan karena kondisi kesehatan yang menurun menjelang jadwal keberangkatan.
Dua jamaah perempuan tersebut diketahui tergabung dalam kloter 75. Salah satunya berasal dari KBIHU Al-Khairat. Informasi penundaan keberangkatan disampaikan dua hari sebelum pemberangkatan dilakukan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Pamekasan Abdul Halim membenarkan adanya dua jamaah yang gagal berangkat tahun ini.
“Iya, mereka ditunda berangkatnya tahun depan,” ujarnya singkat.
Meski demikian, proses pemberangkatan jamaah haji asal Pamekasan secara umum berjalan lancar. Halim meminta seluruh jamaah tetap tenang dan tidak panik selama menjalani tahapan ibadah haji, mulai dari keberangkatan hingga nantinya kembali ke tanah air.
Menurut dia, jamaah diminta fokus meluruskan niat ibadah dan mempercayakan seluruh proses pelayanan kepada pemerintah maupun petugas haji yang telah disiapkan.
Selain itu, kondisi kesehatan fisik dan mental jamaah juga menjadi perhatian penting. Jamaah diimbau disiplin mengikuti arahan petugas serta menjaga seluruh dokumen penting seperti paspor, visa dan kartu nusuk yang nantinya diberikan di asrama haji.
“Para calon jamaah haji juga istirahat yang cukup selama karantina di asrama haji,” ungkapnya.
Halim menambahkan, ibadah haji merupakan ibadah kolektif yang membutuhkan kesabaran, kedisiplinan dan kebersamaan. Karena itu, seluruh jamaah diminta menjaga kondisi tubuh agar rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar.
“Semoga yang berangkat sehat selalu sampai kembali ke tanah air dan ibadah hajinya mabrur maqbul,” tandasnya. (enk/nda)













