Tak Disuplai Anggaran, Jogging Track Ekowisata Mangrove Lembung Dibiarkan Rapuh dan Membahayakan

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPD KNPI Jatim, Nur Faisal dan Akademisi UIM Dr. Endang terperosok di jogging track Ekowisata Lembung, Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Wakil Ketua DPD KNPI Jatim, Nur Faisal dan Akademisi UIM Dr. Endang terperosok di jogging track Ekowisata Lembung, Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kondisi fasilitas Ekowisata Mangrove di Desa Lembung, Kecamatan Galis sangat memprihatinkan. Parahnya, jogging track yang terbuat dari kayu yang menjadi akses utama tempat wisata tersebut rapuh dan tidak diperbaiki.

Kondisi tersebut memakan korban. Tiga orang terperosok ke dasar pantai akibat kayu jembatan ambruk sehingga mengakibatkan luka-luka dan trauma ringan saat kegiatan penanaman mangrove, Senin (13/4/2026).

Tiga korban tersebut berasal dari unsur Perhutani Madura, akademisi serta aktivis lingkungan.

Salah satu korban adalah Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD KNPI Jawa Timur, Nur Faisal. Ia mengaku miris melihat kondisi fasilitas wisata yang tak terawat itu. Padahal, kawasan tersebut disebut sebagai salah satu wisata mangrove terbesar di Madura.

Baca juga :  PoD Disetujui, Ekploitasi Migas Blok South East Madura di Sumenep Tinggal Eksekusi

“Fasilitasnya sangat memprihatinkan. Keindahan alam yang seharusnya dinikmati, justru berubah menjadi ketakutan bagi warga yang ingin berkunjung. Ini menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Sabuk Hijau Ekowisata Mangrove, Salaman menjelaskan, pengelolaan kawasan wisata tersebut melibatkan tiga pihak.

Yakni, pemerintah daerah, Perhutani, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Namun, tiga tahun terakhir ini belum
ada perbaikan signifikan terhadap fasilitas di lokasi wisata tersebut.

“Terakhir kami menerima anggaran dari Disporapar Pamekasan sebesar Rp10 juta. Itu pun jauh dari kebutuhan. Bahkan, saya sempat menggunakan uang pribadi untuk membeli kayu demi perbaikan akses jembatan,” ujarnya.

Baca juga :  Prodi Agroteknologi UIM Gelar Kuliah Tamu, Datangkan Pakar dari Kementerian Pertanian

Salaman juga mengaku bahwa kawasan wisata tersebut sempat ditutup karena faktor keselamatan. Namun kebijakan itu memicu protes dari masyarakat nelayan yang kerap beraktivitas di sekitar lokasi.

“Dulu sempat ditutup, tapi masyarakat marah karena akses mereka terganggu. Gembok yang dipasang dirusak,” ucapnya.

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Pamekasan, Moh. Zahri, mengakui hingga kini belum ada kepastian anggaran untuk perbaikan fasilitas wisata mangrove Lembung. Pihaknya masih menunggu perubahan Perbup APBD di tengah rencana pemangkasan anggaran.

“Kami belum bisa memastikan penganggaran. Masih ada penyesuaian dan pemangkasan, jadi belum bisa dipastikan,” tuturnya.

Baca juga :  Proyek Pokir Dinilai Rentan Diselewengkan, Direktur IDEA: Anggota Dewan Jadi Wasit Sekaligus Pemain

Zahri menambahkan, sejak awal 2025 lokasi wisata mangrove tersebut sebenarnya telah ditutup karena kondisi fasilitas yang rusak dan dinilai membahayakan pengunjung.

“Penutupan dilakukan demi keselamatan. Fasilitasnya memang sudah tidak layak,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Pelapor Ketua PD Muhammadiyah Ditelpon Pria Ngaku Kasatreskrim Polres Pamekasan, Sebut Laporan Tak Bisa Diproses
RKPD Perubahan Belum Kelar, Pembahasan APBD-P 2026 Pamekasan Tertahan
Rumah Warga Desa Murtajih Pamekasan Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
PD Muhammadiyah Pamekasan Balas Laporan Polisi dengan Dumas, Tak Terima Disebut “Komplotan Mafia Tanah”
SDI Al-Munawwarah Pamekasan Gelar Pemilihan OSSDA, Siapkan Generasi Calon Pemimpin Bangsa
Buka Paksa Segel TK ABA IV, Ketua dan Wakil Ketua PD Muhammadiyah Dilaporkan ke Polres Pamekasan
250 Warga Binaan Lapas Narkotika Pamekasan Peringati Maulid Nabi, Jadi Momentum Perbaiki Diri
420 Pramuka Siaga Ramaikan Pesta Siaga Kwarran Galis 2026, Usung Semangat SIGAP

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Pelapor Ketua PD Muhammadiyah Ditelpon Pria Ngaku Kasatreskrim Polres Pamekasan, Sebut Laporan Tak Bisa Diproses

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:21 WIB

RKPD Perubahan Belum Kelar, Pembahasan APBD-P 2026 Pamekasan Tertahan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:37 WIB

Rumah Warga Desa Murtajih Pamekasan Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:30 WIB

SDI Al-Munawwarah Pamekasan Gelar Pemilihan OSSDA, Siapkan Generasi Calon Pemimpin Bangsa

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Buka Paksa Segel TK ABA IV, Ketua dan Wakil Ketua PD Muhammadiyah Dilaporkan ke Polres Pamekasan

Berita Terbaru