Iring-iringan Manten Jalan Kaki, Jalur Sampang–Pamekasan Macet Total

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan nasional tepatnya di Kecamatan Camplong macet akibat adanya iring-iringan rombongan manten. (ABDURRAHMAN WAHID / KLIKMADURA)

Jalan nasional tepatnya di Kecamatan Camplong macet akibat adanya iring-iringan rombongan manten. (ABDURRAHMAN WAHID / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Arus lalu lintas di perbatasan Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang dengan Kecamatan Bandaran, Kabupaten Pamekasan, lumpuh pada Kamis malam (9/4/2026) sekitar pukul 19.40 WIB. Penyebabnya, iring-iringan manten yang berjalan kaki memadati badan jalan utama.

Jalur yang selama ini dikenal sebagai penghubung vital antarwilayah di Madura itu mendadak berubah menjadi lautan kendaraan. Antrean mengular panjang dari dua arah, membuat pengendara tak bisa bergerak bebas.

Sejumlah pengguna jalan mengaku terjebak cukup lama di tengah kemacetan. Mereka menilai aktivitas tersebut tidak mempertimbangkan kondisi lalu lintas yang memang sudah padat, terutama pada malam hari.

Baca juga :  Virus WFD Serang Udang di Pamekasan, Petambak Panen Lebih Awal

“Ini jalur utama, dari sore saja sudah ramai. Kalau dipakai iring-iringan seperti ini ya pasti macet total,” ujar salah satu pengendara yang melintas.

Pantauan di lokasi, rombongan manten berjalan kaki di sepanjang badan jalan dengan diiringi keluarga dan warga.

Aktivitas itu praktis menyita hampir seluruh ruang jalan, sehingga kendaraan hanya bisa melaju tersendat, bahkan berhenti total di beberapa titik.

Tradisi iring-iringan manten sendiri masih kerap dijumpai di sejumlah wilayah Madura. Selain sebagai bentuk budaya, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan kebahagiaan keluarga mempelai.

Baca juga :  Diduga Mengandung Gas Metana, Warga Dilarang Menyalakan Api di Sekitar Sumur Bor

Namun, pelaksanaannya di jalan umum, terlebih pada jalur utama dengan intensitas kendaraan tinggi dinilai perlu pengaturan lebih matang. Tanpa pengelolaan yang baik, kegiatan tersebut berpotensi mengganggu kepentingan publik.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penggunaan fasilitas umum, khususnya jalan raya, harus memperhatikan hak pengguna lainnya. Diperlukan kesadaran kolektif masyarakat agar tradisi tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak luas.

Di sisi lain, peran pemerintah dan aparat terkait juga dinilai penting. Mulai dari sosialisasi hingga pengaturan teknis di lapangan, termasuk pengawalan atau rekayasa lalu lintas, perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga :  Dugaan Potongan Honor BPD Tragih, Camat Robatal Dituding Tutup Mata

Dengan koordinasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah, tradisi tetap bisa lestari tanpa mengorbankan kenyamanan dan kelancaran aktivitas publik. (hid/nda)

Berita Terkait

UTM dan Pemkab Sampang Kompak Perjuangkan Trunojoyo Jadi Pahlawan Nasional
Peduli Kesehatan Aparatur, Kantor Pertanahan Sampang Gelar Cek Kesehatan Rutin
Aksi Memanas, LBH MADAS Sedarah Desak Pembebasan Terdakwa dan Evaluasi Jaksa Nakal
Distribusi MBG di SMPN 1 Sampang Terhenti, Sekolah Tunggu Kepastian dari SPPG
Kantor BPP Torjun Kurang Terawat, Pemerintah Diminta Beri Perhatian Serius
Perbaikan Pipa PDAM di Jalan Kusuma Bangsa Sampang Belum Rampung, Pengendara Diminta Waspada
Dramatis! Sapi Terperosok ke Sumur di Sampang, Dievakuasi Selamat Setelah 3 Jam 
Mengenal Lebih Dekat KH. Alyadi Mustofa, Legislator Senior yang Konsisten Suarakan Kepentingan Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:34 WIB

UTM dan Pemkab Sampang Kompak Perjuangkan Trunojoyo Jadi Pahlawan Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 04:31 WIB

Peduli Kesehatan Aparatur, Kantor Pertanahan Sampang Gelar Cek Kesehatan Rutin

Rabu, 15 April 2026 - 06:25 WIB

Aksi Memanas, LBH MADAS Sedarah Desak Pembebasan Terdakwa dan Evaluasi Jaksa Nakal

Selasa, 14 April 2026 - 07:18 WIB

Distribusi MBG di SMPN 1 Sampang Terhenti, Sekolah Tunggu Kepastian dari SPPG

Minggu, 12 April 2026 - 02:57 WIB

Kantor BPP Torjun Kurang Terawat, Pemerintah Diminta Beri Perhatian Serius

Berita Terbaru