PAMEKASAN || KLIKMADURA – Potensi terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat konflik di kawasan Timur Tengah mulai diantisipasi oleh sejumlah pemerintah daerah. Salah satunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman mengatakan, meski dampak konflik global tersebut belum dirasakan secara langsung di daerah, namun kewaspadaan tetap perlu dikedepankan.
Menurutnya krisis energi dan gangguan distribusi BBM sangat mungkin terjadi apabila konflik terus berkepanjangan.
“Kita harus tetap waspada. Walaupun dampak langsungnya belum terasa di Pamekasan, namun dampak lain seperti krisis energi dan potensi kelangkaan BBM bisa saja dirasakan masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah awal antisipasi, Pemkab Pamekasan saat ini tengah menyiapkan surat edaran (SE) yang berisi imbauan penghematan penggunaan BBM.
Surat edaran tersebut nantinya akan ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat umum.
“Kalau tidak perlu keluar membawa sepeda motor, sebaiknya jangan keluar. Kami sudah sampaikan kepada para pejabat, bagi yang jarak rumahnya tidak terlalu jauh, disarankan menggunakan sepeda ontel,” ujarnya.
KH. Kholilurrahman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kebijakan penghematan energi demi kepentingan bersama.
“Jika seluruh pihak memiliki kesadaran yang sama, dampak krisis energi global diyakini dapat diminimalisasi di tingkat daerah,” tandasnya. (ibl/nda)














