PAMEKASAN || KLIKMADURA – Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Ismail, menyoroti memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi berdampak pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pamekasan.
Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa pekan terakhir disebut mulai memengaruhi sektor energi global, terutama melalui kenaikan harga minyak dunia.
Meski dampaknya belum dirasakan langsung di Pamekasan, Ismail menilai langkah antisipatif tidak boleh ditunda.
“Pemkab harus segera mengambil langkah penghematan BBM. Jangan menunggu dampaknya benar-benar terasa di daerah,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ketua DPC Partai Demokrat Pamekasan itu juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah lebih dulu mengeluarkan surat edaran terkait kebijakan work from home (WFH) setiap hari Rabu.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk segera mengambil langkah serupa.
“Kami berharap Bupati Pamekasan segera menerbitkan surat edaran kepada seluruh instansi agar melakukan penghematan BBM,” katanya.
Menurut Ismail, penghematan tidak hanya berlaku di lingkungan eksekutif, tetapi juga legislatif. Ia menekankan pentingnya keteladanan dari pejabat publik dalam menyikapi potensi krisis energi.
“Legislatif dan eksekutif harus memberi contoh. Bisa dengan WFH atau menggunakan sepeda ontel ke kantor bagi yang jaraknya relatif dekat,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Taufikurrachman menyampaikan, belum ada kebijakan yang dikeluarkan berkaitan dengan penghematan BBM.
Sebab, Pemkab Pamekasan masih menunggu regulasi resmi dari Kementerian Dalam Negeri sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut.
“Kami masih menunggu regulasi dari Kemendagri,” tandasnya. (ibl/nda)














