PAMEKASAN || KLIKMADURA – Konflik yang memanas antara Iran dengan AS–Israel memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut berdampak pada sejumlah aktivitas di wilayah itu, termasuk perjalanan ibadah umrah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bahkan mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan umrah demi alasan keamanan.
Di tengah situasi tersebut, tercatat sebanyak 87 jamaah umrah asal Kabupaten Pamekasan masih berada di Makkah. Selain itu, ada 140 jamaah lainnya yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci, yakni ke Makkah dan Madinah, dalam waktu dekat.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Pamekasan H. Abdul Halim memastikan kondisi jamaah asal Pamekasan dalam keadaan aman. Ia menyebut, sejauh ini belum ada penundaan untuk penerbangan langsung.
“Insya Allah dipastikan aman, karena yang direct itu tidak ada penundaan. Kemudian yang akan berangkat itu di bulan ini, ada yang tanggal 13 dan 30 bulan Maret,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Halim mengimbau seluruh jamaah umrah, khususnya yang akan berangkat dalam waktu dekat, agar terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan umrah masing-masing. Langkah tersebut penting untuk memastikan tiket penerbangan tidak mengalami pembatalan.
Menurutnya, koordinasi itu juga berkaitan dengan keselamatan jamaah, termasuk kemungkinan reschedule pemberangkatan hingga situasi di Timur Tengah benar-benar kondusif.
Sementara itu, bagi jamaah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi, Halim meminta agar aktif berkomunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah guna memastikan jadwal kepulangan ke Tanah Air.
“Jadi bisa menanyakan hal itu, juga menanyakan keberangkatannya misal tidak tercancel sehingga jamaah mempersiapkan diri apabila terjadi delay baik kepulangan dari Makkah atau Madinah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Halim menambahkan bahwa untuk jamaah haji, proses persiapan saat ini sudah memasuki tahap pengkloteran dan pembuatan visa. Hingga kini, belum ada dampak langsung terhadap jadwal pemberangkatan haji.
Pemberangkatan kloter awal dijadwalkan pada Selasa (21/4), sedangkan gelombang berikutnya pada Minggu (10/5).
“Tentu kami Kemenhaj Pamekasan berharap situasi ini bisa cepat pulih sehingga perjalanan umrah dan haji bisa terlaksana sebagaimana jadwal yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (enk/nda)














