JEPANG || KLIKMADURA – Universitas Islam Madura (UIM) kembali menunjukkan komitmennya di panggung internasional. Yakni, dengan melepas mahasiswa untuk menjalankan program pengabdian selama tiga bulan di Masjid Indonesia Ueda, Jepang.
Seremoni penyerahan digelar pada Sabtu malam, 21 Februari 2026, pukul 18.00 JST, dan dipimpin langsung oleh Rektor UIM Dr. H. Ahmad, S.Ag., M.Pd..
Mahasiswa pengabdian tersebut diterima secara resmi oleh Ketua DKM Masjid Indonesia Ueda, Ariesta Kurnia. Kehadiran mahasiswa UIM di Jepang ini menandai sinergi kuat antara perguruan tinggi di Madura dan komunitas Muslim diaspora di wilayah Nagano, terutama dalam menguatkan kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam program ini, mahasiswa UIM tidak hanya akan membantu pelaksanaan kegiatan Ramadan. Tetapi juga aktif membina keberagamaan dan kepedulian sosial.
Ia dijadwalkan ikut memakmurkan masjid melalui salat berjamaah, kajian rutin, pembinaan baca Al-Qur’an, pendampingan pendidikan agama bagi anak-anak diaspora, serta memperkuat aktivitas sosial dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan Muslim Indonesia di Ueda.
Rektor UIM Dr. H. Ahmad,. S.Ag,. M.Pd menegaskan, program pengabdian internasional tersebut adalah wujud nyata keberpihakan kampus terhadap misi pendidikan global dan penguatan nilai moderasi beragama.
“Pengabdian di Jepang ini adalah ruang belajar yang sangat berharga, mereka belajar memahami realitas Muslim minoritas, membangun empati lintas budaya, sekaligus meneguhkan identitas keislaman yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin,” ujar Dr. Ahmad.
Ia menambahkan, penugasan mahasiswa di Masjid Indonesia Ueda bukan sekadar agenda jangka pendek. Melainkan langkah strategis memperluas jaringan internasional UIM.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada program tiga bulan, tetapi berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan komunitas diaspora. UIM harus mengambil peran aktif dalam membangun peradaban melalui kerja-kerja kolaboratif lintas negara,” imbuhnya.
UIM optimistis bahwa keberangkatan mahasiswa tersebut akan memperkuat hubungan antara kampus dan komunitas diaspora.
Sekaligus, memberi pengalaman akademik dan spiritual yang berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi masyarakat global yang multikultural.
Program ini juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi komunitas Muslim Indonesia di Jepang, terutama dalam penguatan kegiatan keagamaan dan pengembangan komunitas. (nda)














