Gelar Seminar Internasional, UIM Hadirkan Habib Alwi Bin Abdullah Alaydrus dari Yaman

- Jurnalis

Kamis, 3 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, klikmadura.id – Universitas Islam Madura (UIM) memperluas kerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas dan kemajuan kampus. Salah satunya, bekerja sama dengan Ponpes Darul Mustofa, Yaman.

Sebagai wujud nyata kerja sama itu, UIM menggelar seminar internasional, Kamis (03/07/2023). Kegiatan tersebut mendatangkan Habib Alwi Bin Abdullah Alaydrus dari Tarim, Hadramaut, Yaman yang merupan pengasuh Ponpes Darul Mustofa.

Rektor UIM Ahmad Asir, wakil rektor UIM, pimpinan universitas, fakultas dan segenap jajaran dosen hadir langsung pada kegiatan yang berlangsung di lantai 3 itu. Bahkan, para masyayikh, pimpinan Ponpes Miftahul Ulum serta para guru di bawah naungan ponpes itu juga hadir.

Baca juga :  ABK KM Harapan Baru Jatuh ke Laut, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Rektor UIM Ahmad Asir mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar membahas tentang ahlussunnah wal jamaah (aswaja). Mengingat, kampus yang dia pimpin itu berazaskan aswaja.

“Melalui kegiatan ini, semoga diberikan ridho oleh Allah SWT utamanya untuk kemajuan kampus UIM,” kata Asir.

Ia menjelaskan, para audiens yang mengikuti seminar internasional itu bisa memetik hikmah dan ilmu yang disampaikan pemateri. Di antaranya, menjaga aqidah Islam ahlussunah wal jama’ah yang harus dimulai dari diri sendiri.

“Kami mengambil tema ahlussunah wal jama’ah karena UIM memiliki visi dan misi yakni mempertahankan ajaran islam ahlussunah wal jama’ah itu,” katanya saat diwawancara.

Baca juga :  Keren!! UNAIR - UNICEF Studi Banding dan Gelar FGD MTBS di Puskesmas Pademawu

Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Universitas Islam Madura yang sangat istimewa dan luar biasa dalan penyambutan. Menurutnya, tema yang diangkat itu sangat penting.

“Perlu diketahui, di akhir-akhir zaman ini agama kita yakni islam memiliki banyak tantangan,” terangnya dalam bahasa arab yang diterjemahkan oleh rekan rombongannya.

Habib Alwi mengatakan, Nabi Muhammad SAW membawa risalah agama Islam untuk memperbaiki urusan kita, dunia dan akhirat. Allah SWT menurunkan aturan-aturan kehidupan. Pada masa jahil (bodoh) manusia hidup tanpa aturan.

Nabi Muhammad diutus untuk memperbaiki cara hidup dan akhlak manusia. Sementara, cara kehidupan sejati ada di agama Islam.

Baca juga :  Kerugian Korban Penipuan Agen Pegadaian di Pamekasan Beragam, Mulai Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah

“Sekecil apapun urusan kita di dunia, tidak akan bisa dilepaskan dari agama, akhirnya datang Ahlussunah Wal Jama’ah yakni ahli Sunnah yang menjalankan konsep dan amaliah dari nabi Muhammad SAW,” jelasnya. (zhrh/diend)

Berita Terkait

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim
Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik
Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret
PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta
Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar
Hari Santri Nasional 2026, UIM Perkuat Tradisi Pesantren Lewat Berbagai Kegiatan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:18 WIB

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:42 WIB

PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta

Berita Terbaru