PAMEKASAN || KLIKMADURA — Kabar membanggakan kembali datang dari dunia sepak bola Madura. Fatoni Bima Oktavianto, pemain muda kelahiran 2 Oktober 2010, resmi terpilih mewakili EPA Liga 1 Madura United U16 untuk mengikuti program pembinaan sepak bola ke Spanyol bersama perwakilan klub-klub lainnya di Indonesia.
Remaja yang akrab disapa Bima itu merupakan putra dari pasangan Molyanto dan Sitti Nurul Hasanah. Berasal dari lingkungan desa dengan fasilitas latihan terbatas, Bima membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu membuka jalan menuju panggung internasional.
Ketua PS HW Pamekasan, Ismail, S.Hi., MIP mengatakan, program keberangkatan ke Spanyol ini merupakan kolaborasi antara kompetisi usia muda Liga 1 dan pihak Spanyol.
Setiap klub Liga 1 mengirim satu pemain terbaiknya. Dengan total 18 klub yang terlibat, berarti ada 18 pemain yang berkesempatan merasakan atmosfer sepak bola Eropa secara langsung.
Dari internal EPA Liga 1 Madura United U16, terdapat lima pemain yang mengikuti seleksi tingkat nasional. Setelah melalui serangkaian uji coba dan evaluasi, Fatoni Bima Oktavianto terpilih sebagai wakil klub.
Selama dua hingga tiga pekan berada di Spanyol, para pemain dijadwalkan mengunjungi pusat pengembangan sepak bola elite, termasuk markas klub besar seperti FC Barcelona dan Real Madrid.
Mereka juga akan menyaksikan pertandingan profesional untuk memahami secara langsung kultur sepak bola Negeri Matador.
Sebelumnya, pelatih utama SSB HW, Eko, juga pernah mengikuti program serupa pada tahun sebelumnya. Ia berada di Spanyol selama 20 hari dan mempelajari langsung berbagai aspek pembinaan, metode akademi, hingga manajemen klub profesional.
“Fatoni Bima ini anak desa. Berlatih dengan fasilitas terbatas, tapi semangat dan kedisiplinannya luar biasa. Kami di PS HW hanya memfasilitasi, semuanya kembali pada kerja keras Bima serta doa kedua orang tuanya,” ujar Ismail.
Dia menegaskan, pencapaian ini menjadi bukti kekuatan bakat lokal Madura. Bagi Ismail, anak-anak Madura banyak yang berbakat. Mereka hanya butuh wadah dan kesempatan.
“Bima menunjukkan bahwa konsistensi dan tekad bisa membawa anak kampung hingga ke Spanyol,” tambahnya.
Ismail berharap, keberhasilan Bima menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan pemain muda di Pamekasan. Dengan demikian, atlet muda Kota Gerbang Salam bisa mengukir prestasi hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Kami akan terus meningkatkan standar pembinaan sesuai konsep EPA (Elite Pro Academy). Pengalaman seperti ini sangat penting bagi masa depan pemain-pemain kita,” tegasnya. (nda)














