Anggota DPRD Sampang Ramai-ramai Gadaikan SK untuk Tutupi Biaya Kampanye, Pinjaman hingga Miliaran Rupiah

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 7 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG || KLIKMADURA – Anggota DPRD Kabupaten Sampang periode 2024 – 2029 ramai-ramai menggadaikan surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai anggota legislatif.

SK tersebut dijadikan jaminan pinjaman uang ke BPRS Bhakti Artha Sejahtera (BAS) atau Bank Sampang. Nominal pinjamannya beragam. Mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

Direktur Utama Bank Sampang Syaifulloh Asyik menjelaskan, sekitar 15 anggota legislatif yang baru dilabtik menjaminkan SK pengangkatan untuk meminjam uang.

“Sebagian besar yang mengajukan pinjaman anggota dewan lama, sisanya dari anggota dewan yang baru dilantik,” terangnya, Jum’at (06/09/2024).

Baca juga :  Aksi Demo Berujung Ricuh, DPRD Sampang Kecam Keras Perusakan Fasilitas Umum

Syaifullah mengatakan, pemberian pinjaman itu tidak serta merta dilakukan. Tetapi, ada pertimbangan sesuai prosedur. Salah satunya,  menilai dari sisi historical banknya yang baik.

“Rata-rata pinjamannya mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar, dengan jangka waktunya juga beragam, satu sampai lima tahun,” terangnya.

Pinjaman kredit yang dilakukan anggota legislatif tersebut sudah melalui proses dan prosedur perbankan yang berlaku.

“Semua statusnya aman, tidak ada masalah dari persyaratan dan telah memenuhi prosedur,” ungkapnya.

“Termasuk juga surat persetujuan ke sekretaris dan bendahara dewan untuk keperluan pemotongan gaji guna membayar angsuran,” tuturnya.

Baca juga :  Kapolres Pamekasan Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Pemilu 2024

Syaifullah menjelaskan, alasan para wakil rakyat menggadaikan SK ke Bank Sampang itu rata-rata untuk membayar hutang kampanye.

“Jumlah pinjaman yang besar itu memang merupakan cara yang efektif untuk menutup biaya politik yang sudah dikeluarkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sampang, H. Moh Anwari Abdullah mengaku tidak memberikan surat rekom ataupun surat persetujuan terkait pinjaman uang tersebut.

“Maaf, (pinjaman) itu bukan ranah kami, pinjaman ke Bank itu urusan pribadi anggota dewan, rekomendasinya dari pengurus partai politik masing-masing bukan dari sekretariat DPRD,” tandasnya. (zhr/diend)

Baca juga :  Proses Sortir dan Packing Logistik Pemilu 2024 di Sampang Diprediksi Selesai Lebih Awal

Berita Terkait

Kasus Panji Pragiwaksono dan Ruang Publik yang Sensitif
Kobarkan Semangat Kader se-Jatim, Ketum Gelora Anis Matta: Jadikan Politik Sebagai Jalan Ibadah!
Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat, Willy Aditya Dorong Pembentukan Badan Otorita Pengembangan Madura
Kasus OTT Wamenaker Noel, Vispol Indonesia: Prabowo Butuh Loyalitas Tunggal!
Pak Kapolri, Janjimu Dipalsukan, “Taman Polres di Atas Kuburan Rakyat”
Megawati Tunjuk Dua Putra Terbaik Sumenep Jadi Ketua DPP PDI Perjuangan Periode 2025-2030
MH. Said Abdullah Kembali Didapuk Jadi Ketua DPP PDI Perjuangan, Ditugasi Urus Bidang Sumber Daya
Waduk Desa Klompang Timur, Potensi Alam yang Berubah Jadi Sumber Ketakutan

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:49 WIB

Kasus Panji Pragiwaksono dan Ruang Publik yang Sensitif

Minggu, 26 Oktober 2025 - 15:17 WIB

Kobarkan Semangat Kader se-Jatim, Ketum Gelora Anis Matta: Jadikan Politik Sebagai Jalan Ibadah!

Minggu, 7 September 2025 - 12:20 WIB

Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat, Willy Aditya Dorong Pembentukan Badan Otorita Pengembangan Madura

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 06:25 WIB

Kasus OTT Wamenaker Noel, Vispol Indonesia: Prabowo Butuh Loyalitas Tunggal!

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:51 WIB

Pak Kapolri, Janjimu Dipalsukan, “Taman Polres di Atas Kuburan Rakyat”

Berita Terbaru

Opini

Merit System dalam Penguatan Struktur PCNU Sumenep

Sabtu, 21 Feb 2026 - 13:31 WIB

Catatan Pena

Meritokrasi Kader Muda NU Sumenep

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:18 WIB