SAMPANG || KLIKMADURA – Musim kemarau kembali membuat persoalan air bersih menjadi masalah serius bagi sebagian warga Kabupaten Sampang. Di tengah kondisi tersebut, sebanyak satu juta liter air bersih mulai didistribusikan ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Pendistribusian bantuan tersebut secara resmi dilepas Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dari halaman Pendapa Trunojoyo Sampang. Sejumlah armada truk tangki disiapkan untuk mengangkut bantuan menuju desa-desa yang membutuhkan.
Program tersebut digagas Forum Sampang Sahat (FSS) dengan dukungan sejumlah pihak. Di antaranya Bank Sampang, RSUD dr. Mohammad Zyn, GSM, Perumdam Trunojoyo, Sampang Sarana Shorebase, Baznas, RS Sukma Wijaya, RS Qonaah, RS Nindhita, Amin Medical Center, serta Klinik Mata Sampang.
Ketua FSS Farida mengatakan, gerakan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau.
“Kami bergerak karena kami peduli. Satu juta liter air bersih ini adalah wujud gotong royong dan kepedulian berbagai pihak agar warga tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujar Farida.
Menurut dia, distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan menyasar wilayah yang paling membutuhkan. Air bersih tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan minum, tetapi juga kebutuhan kebersihan dan aktivitas dasar masyarakat sehari-hari.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengapresiasi langkah yang dilakukan FSS bersama seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, persoalan kekeringan tidak cukup jika hanya dibebankan kepada pemerintah.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan lembaga, kata dia, menjadi bagian penting dalam membantu warga yang tengah menghadapi keterbatasan akses air bersih.
“Kepedulian yang ditunjukkan Forum Sampang Sahat beserta seluruh sponsor dan mitra ini sangat berarti. Air adalah kebutuhan dasar, dan kami berkewajiban memastikan setiap warga Sampang tetap mendapatkan akses air bersih yang layak,” ungkap Bupati saat melepas barisan kendaraan pengangkut air.
Bantuan satu juta liter air tersebut selanjutnya akan dikirim secara bertahap ke desa-desa dan wilayah yang terdampak kekeringan. Prioritas distribusi diarahkan kepada daerah yang memiliki kebutuhan air paling mendesak.
Pelepasan armada tersebut menjadi penanda dimulainya distribusi bantuan air bersih ke berbagai pelosok Sampang. Bagi warga yang selama ini harus mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, bantuan tersebut bukan sekadar air yang dikirim menggunakan truk tangki.
Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar masyarakat di tengah musim kemarau. FSS bersama seluruh mitra berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada pendistribusian satu juta liter air.
Kerja sama lintas sektor diharapkan terus terjalin hingga persoalan kekeringan dan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat tertangani. (ali/nda)














