Serius Kawal Kasus Pengrusakan Mangrove, Nelayan Pamekasan Minta Pendampingan GMNI Jatim

- Jurnalis

Kamis, 27 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua FKPPN Pamekasan Miskari menyerahkan permohonan advokasi secara tertulis kepada DPD GMNI Jawa Timur.

Ketua FKPPN Pamekasan Miskari menyerahkan permohonan advokasi secara tertulis kepada DPD GMNI Jawa Timur.

SURABAYA || KLIKMADURA – Kasus dugaan pengrusakan mangrove di sejumlah titik di pantai selatan Pamekasan terus menjadi perhatian publik. Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Forum Keluarga Putra Putri Nelayan (FKPPN) Pamekasan melakukan langkah-langkah taktis.

Di antaranya, meminta pendampingan kepada DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Jawa Timur. Tujuannya, agar kasus tersebut segera tuntas.

Ketua FKPPN Pamekasan Miskari menyampaikan, dugaan pengrusakan mangrove dan privatisasi lahan pantai di sejumlah titik sudah diadukan ke sejumlah instansi.

Di antaranya, diadukan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim dan Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim.

Baca juga :  Tak Kunjung Ada Tersangka Kasus Dugaan Kejahatan Lingkungan, ARCI Kembali Datangi Mapolres Pamekasan

Dalam rangka mengawal, pengaduan tersebut, FKPPN Pamekasan meminta pendampingan dari DPD GMNI Jatim. Harapannya, instansi yang berkaitan dengan persoalan dugaan pengrusakan mangrove dan privatisasi lahan pantai segera bergerak.

“Kami para nelayan tentu tidak akan pernah tinggal diam. Semua upaya akan kami lakukan agar persoalan dugaan pengrusakan mangrove dan hak milik lahan pantai terang benderang,” katanya.

Miskari menyampaikan, dugaan pengrusakan mangrove terjadi di beberapa titik. Di antaranya, di pantai Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, dan di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan.

Pemerintah harus segera turun untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab, jika dibiarkan, bukan tidak mungkin pencaplokan lahan pantai menjadi hak milik dan pengrusakan mangrove akan meluas.

Baca juga :  DPW PPP Jatim: Jika Kiai Fikri Direkom Nyalon Wabup Sumenep, Harus Siap!

Menurut Miskari, lahan pantai seharusnya bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Bukan diprivatisasi untuk kepentingan korporasi atau pribadi.

“Kami meminta pendampingan dari DPD GMNI Jawa Timur agar ikut mengawal persoalan-persoalan yang merugikan nelayan, seperti privatisasi pantai dan pengrusakan mangrove,” katanya.

Pria yang juga Ketua LMDH Desa Tanjung itu berkomitmen untuk terus mengawal persoalan tersebut sampai tuntas. Bahkan, dia berencana mengadukan kasus privatisasi pantai dan pengrusakan mangrove itu ke Presiden Prabowo.

“Kami akan terus berjuang, bahkan kalau perlu kami akan mengadu ke Bapak Presiden Prabowo, karena persoalan ini menyangkut kepentingan hajat hidup para nelayan,” tandasnya. (pen)

Baca juga :  Demo Mapolda Jatim, Aktivis Dukung Polri Berantas Mafia Tanah di Pamekasan

Berita Terkait

PHE WMO: Lestarikan Lingkungan, Geliatkan Perekonomian
Ruang Digital Tak Boleh Jadi Ancaman, KOPRI Jatim Desak Diskominfo Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika, Disamarkan dalam Muatan Keramik
IKABU Nusantara Teguhkan Khidmah, Siap All Out Sukseskan Muktamar Ke-35 NU
Meluruskan Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali: Bapak Arif Guru Saya, Ini Hanya Miskomunikasi
Siap Pimpin DPC PKB Sampang, Buya Alyadi Mustofa Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan
Rayakan HUT ke-125, PT. Pegadaian Syariah Santuni 560 Anak Yatim dan Dhuafa
Dukung Madura Provinsi, Akhmad Makruf Ingatkan Elite Move On dari Ketergantungan APBN

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 06:26 WIB

PHE WMO: Lestarikan Lingkungan, Geliatkan Perekonomian

Kamis, 24 September 2026 - 01:25 WIB

Ruang Digital Tak Boleh Jadi Ancaman, KOPRI Jatim Desak Diskominfo Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:19 WIB

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika, Disamarkan dalam Muatan Keramik

Senin, 20 Juli 2026 - 09:13 WIB

IKABU Nusantara Teguhkan Khidmah, Siap All Out Sukseskan Muktamar Ke-35 NU

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:53 WIB

Meluruskan Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali: Bapak Arif Guru Saya, Ini Hanya Miskomunikasi

Berita Terbaru