PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat di lingkungan Pemkab Pamekasan dipastikan tidak berlaku bagi warga sekolah.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh satuan pendidikan tetap berjalan normal seperti biasa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Basri Yulianto menegaskan, sektor pendidikan termasuk layanan publik yang dikecualikan dari kebijakan tersebut.
Menurutnya, keberlangsungan pelayanan pendidikan tidak boleh terganggu oleh skema kerja fleksibel ASN.
“Disdikbud menjadi salah satu instansi yang dikecualikan. Kalaupun ada penerapan WFH, itu sangat terbatas, hanya untuk pegawai eselon IV ke bawah dengan pengaturan waktu tertentu,” jelasnya.
Basri menambahkan, pejabat struktural di lingkungan Disdikbud, mulai dari eselon III, kepala bidang (kabid), sekretaris dinas (sekdis), hingga dirinya sebagai kepala dinas, tetap masuk kerja seperti biasa setiap hari Jumat.
Ia menekankan, kebutuhan masyarakat, khususnya peserta didik, tidak memungkinkan adanya tambahan hari libur dalam satu pekan. Hal itu dikhawatirkan akan mengganggu ritme dan efektivitas proses pembelajaran.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti. Anak-anak juga tidak mungkin libur dua kali dalam seminggu, karena hari Minggu sudah libur,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala SDN Bugih III Pamekasan, M. Taufik Hidayah, memastikan bahwa seluruh aktivitas di sekolahnya tetap berjalan normal. Guru, tenaga tata usaha, hingga siswa tetap masuk sesuai jadwal tanpa perubahan.
Menurutnya, jika kebijakan WFH diberlakukan di lingkungan sekolah, dampaknya tidak hanya pada KBM. Tetapi juga pada program lain seperti penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kalau sampai WFH diterapkan di sekolah, kasihan wali murid. Masa harus mengambil ke sekolah? Jadi semua tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Dengan demikian, meskipun ada kebijakan WFH di lingkungan ASN Pemkab Pamekasan, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas layanan yang tidak mengalami penyesuaian jadwal.
KBM dipastikan tetap berlangsung optimal demi menjaga kualitas pembelajaran siswa. (enk/nda)
















