WFH Hari Jumat Tak Berlaku di Sekolah, KBM Tetap Berjalan Normal

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa-siswi SDN Bugih III mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penuh antusias. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Siswa-siswi SDN Bugih III mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penuh antusias. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat di lingkungan Pemkab Pamekasan dipastikan tidak berlaku bagi warga sekolah.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh satuan pendidikan tetap berjalan normal seperti biasa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Basri Yulianto menegaskan, sektor pendidikan termasuk layanan publik yang dikecualikan dari kebijakan tersebut.

Menurutnya, keberlangsungan pelayanan pendidikan tidak boleh terganggu oleh skema kerja fleksibel ASN.

“Disdikbud menjadi salah satu instansi yang dikecualikan. Kalaupun ada penerapan WFH, itu sangat terbatas, hanya untuk pegawai eselon IV ke bawah dengan pengaturan waktu tertentu,” jelasnya.

Baca juga :  Mobil Keluarga Tabrak Tiang di Monumen Sampang, Kerugian Capai Rp30 Juta Lebih

Basri menambahkan, pejabat struktural di lingkungan Disdikbud, mulai dari eselon III, kepala bidang (kabid), sekretaris dinas (sekdis), hingga dirinya sebagai kepala dinas, tetap masuk kerja seperti biasa setiap hari Jumat.

Ia menekankan, kebutuhan masyarakat, khususnya peserta didik, tidak memungkinkan adanya tambahan hari libur dalam satu pekan. Hal itu dikhawatirkan akan mengganggu ritme dan efektivitas proses pembelajaran.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti. Anak-anak juga tidak mungkin libur dua kali dalam seminggu, karena hari Minggu sudah libur,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala SDN Bugih III Pamekasan, M. Taufik Hidayah, memastikan bahwa seluruh aktivitas di sekolahnya tetap berjalan normal. Guru, tenaga tata usaha, hingga siswa tetap masuk sesuai jadwal tanpa perubahan.

Baca juga :  MA Tolak Kasasi Jaksa, Hukuman Lima Terdakwa PAW Kades Gugul Dipangkas Jadi Satu Tahun

Menurutnya, jika kebijakan WFH diberlakukan di lingkungan sekolah, dampaknya tidak hanya pada KBM. Tetapi juga pada program lain seperti penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau sampai WFH diterapkan di sekolah, kasihan wali murid. Masa harus mengambil ke sekolah? Jadi semua tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Dengan demikian, meskipun ada kebijakan WFH di lingkungan ASN Pemkab Pamekasan, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas layanan yang tidak mengalami penyesuaian jadwal.

KBM dipastikan tetap berlangsung optimal demi menjaga kualitas pembelajaran siswa. (enk/nda)

Berita Terkait

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang
Operasi Wirawaspada 2026 Digelar, Imigrasi Pamekasan Perketat Pengawasan Orang Asing

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru