PAMEKASAN || KLIKMADURA – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pamekasan menemukan sejumlah persoalan dalam operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Temuan itu mengemuka dalam pertemuan Satgas MBG bersama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) yang digelar di Azana Style Hotel, Rabu (15/4/2026).
Satgas MBG Pamekasan, H. Sukriyanto, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan puluhan dapur masih perlu pembenahan.
“Ada sekitar 45 dapur atau SPPG yang mendapatkan catatan untuk diperbaiki dengan tetap mengikuti juknis dari BGN,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan dapur MBG harus benar-benar memenuhi standar, baik dari sisi pelayanan maupun kelayakan fasilitas. Karena itu, seluruh pengelola diminta tidak abai terhadap rekomendasi yang telah diberikan.
“SPPG harus terus meningkatkan dan memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih adanya dapur yang belum memenuhi standar kelayakan. Kondisi tersebut, kata dia, tidak boleh dibiarkan berlarut.
“Dapur yang masih belum layak agar segera memenuhi standar atau ketentuan dari BGN,” katanya.
Bahkan, dalam hasil evaluasi tersebut, ditemukan beberapa dapur yang terpaksa disuspend sementara.
Penyebabnya beragam, mulai dari persoalan kebersihan, kelengkapan fasilitas, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Ada beberapa dapur yang di-suspend dengan beberapa faktor, seperti kebersihan, kelengkapan, dan IPAL,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG Pamekasan akan bergerak cepat melakukan pengawasan lanjutan dalam waktu dekat.
“Dalam satu pekan atau minggu depan, kami akan menindaklanjuti beberapa catatan yang menjadi hasil musyawarah tersebut,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pihaknya telah memerintahkan seluruh pemilik dan pengelola SPPG untuk segera melakukan perbaikan sesuai rekomendasi.
“Kami memerintahkan agar para pemilik dan pengelola SPPG dengan cepat memperbaiki dan melaksanakan rekomendasi tersebut,” tegasnya lagi.
Satgas, lanjutnya, tidak akan tinggal diam. Pengawasan akan terus dilakukan secara intensif demi memastikan kualitas program MBG tetap terjaga.
“Satgas akan terus memantau dan mengawasi seluruh SPPG. Jika tetap mengabaikan dan tidak memenuhi rekomendasi, akan kami laporkan ulang ke BGN,” tandasnya.
Ia menambahkan, keputusan akhir terkait sanksi berada di tangan BGN. Termasuk, kemungkinan perpanjangan suspend hingga penutupan operasional dapur.
“Kemudian nanti kebijakan dari BGN, apakah mau suspend atau tutup,” pungkasnya. (nda)













