PAMEKASAN || KLIKMADURA – DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Pamekasan merayakan HUT ke-6 dengan dua agenda utama, yakni konsolidasi penguatan struktur dan tasyakuran.
Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Pamekasan, Mohammad Saedy Romli menyampaikan, momentum HUT ke-6 harus dimaknai sebagai perjalanan perjuangan yang masih panjang.
Meskipun usia enam tahun dianggap masih muda, pria yang akrab disapa Edy itu memiliki pandangan berbeda.
Menurut dia, di usia enam tahun ini itu, Partai Gelora memiliki kesempatan tumbuh. Terlebih, partai tersebut melakukan penguatan struktur dan konsolidasi secara optimal.
Ia meminta agar visi-misi besar Partai Gelora Indonesia benar-benar dijalankan, bukan sekadar seremonial. Menurutnya, momentum ini penting untuk merefresh ulang semangat dan cara berpartai.
Politisi muda tersebut berharap, ke depan para pengurus dan kader dapat memanfaatkan momentum ini dengan baik, menata niat dengan tulus, serta memperkuat komunikasi dan kerja-kerja di bawah.
“Sejak beberapa bulan yang lalu saya mengemban amanah yang sangat berat, yakni menjadi Ketua DPD Partai Gelora Pamekasan, maka apabila di tahun 2029 masih dua kursi, saya merasa gagal menjadi pemimpin,” tegasnya.
Edy menambahkan, amanah berat tersebut tidak bisa dipikul seorang diri sehingga membutuhkan semangat dan dukungan dari seluruh jajaran pengurus DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Pamekasan.
“Karena yang kita ketahui bersama bahwa Partai Gelora ini tidak hanya sekadar menaruh nama dan kemudian tenggelam seperti partai-partai lain,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Jawa Timur, Misbakhul Munir mengungkapkan, mayoritas kader Partai Gelora di Jawa Timur berasal dari kalangan anak muda. Kondisi tersebut mendapat perhatian DPP karena dinilai memiliki vokal dan pemikiran yang baik.
“Saya senang kalau pikiran itu di-challenge, karena di sini ini memang perang pemikiran dan wawasan,” ujarnya.
Dengan itu, Misbakhul Munir berharap para kader Partai Gelora Indonesia memiliki value yang baik, memastikan diri memiliki pemikiran strategis dan langkah-langkah yang jelas.
“Kader Partai Gelora wajib menunjukkan komitmen loyalitasnya untuk kemanfaatan kepada masyarakat,” tutupnya. (enk/nda)














