Kabupaten Pamekasan Raih Penghargaan Menuju Kabupaten Bersih

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Kabupaten Pamekasan H. Sukriyanto saat menerima penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq. (ISTIMEWA).

Wabup Kabupaten Pamekasan H. Sukriyanto saat menerima penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq. (ISTIMEWA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA — Kabupaten Pamekasan menjadi satu-satunya daerah di Pulau Garam sekaligus salah satu dari 13 kabupaten di Jawa Timur yang meraih penghargaan Menuju Kabupaten Bersih.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto dalam acara yang digelar di Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).

Kepala DLH Pamekasan, Supriyanto menyampaikan, terdapat 34 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapat apresiasi pada Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah tahun 2025.

Ia menegaskan, penilaian tahun ini berbeda dengan periode sebelumnya karena tidak ada daerah yang mendapatkan Adipura maupun Adipura Kencana.

Baca juga :  Gantikan Posisi Mas Tamam, Sekkab Masrukin Bakal Dilantik Jadi Pj Bupati Pamekasan

“Sehingga sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih menjadi penghargaan tertinggi pada tahun ini,” ujarnya.

Supriyanto menjelaskan, aspek penilaian meliputi anggaran dan kebijakan dengan bobot 20 persen, SDM dan fasilitas pengelolaan sampah 30 persen, serta capaian kinerja pengelolaan sampah dan kebersihan sebesar 50 persen.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq menuturkan bahwa persentase sampah terkelola secara nasional saat ini baru mencapai 25 persen. Target dalam RPJMN 2026 adalah 63 persen, dan ditargetkan mencapai 100 persen pada 2029.

“Karena itu, kami berharap seluruh kepala daerah semakin serius dalam mengelola sampah,” tegasnya.

Baca juga :  Gagal Diversi, Kasus Perundungan SMPN 2 Pademawu Dilimpahkan ke Kejaksaan

Ia juga meminta Pamekasan terus berinovasi melalui penerapan prinsip 3R, pemanfaatan maggot, eco-enzyme, hingga teknologi komposter.

Menurutnya, sinergi antara camat, lurah, ketua RT/RW, TPS3R, pegiat lingkungan, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga kebersihan daerah.

“Masyarakat jangan membuang sampah sembarangan, tetapi bekerja sama dengan TPS3R terdekat untuk pengelolaannya. Jadikan sampah sebagai berkah, bukan masalah,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih
Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi
Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat
Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan
Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”
Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim
UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”

Berita Terbaru

Opini

Sumpah Pemuda: Sumpah Generasi Muda Mutatis Mutandis

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:54 WIB