Target Rp150 Juta, PAD RPH Sampang Baru Rp42 Juta, Dewan Sentil Fasilitas Minim

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Sampang, Moh Anwar. (DOK. KLIKMADURA)

Anggota Komisi II DPRD Sampang, Moh Anwar. (DOK. KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Rumah Potong Hewan (RPH) di Kabupaten Sampang masih jauh dari target.

Hingga akhir semester I tahun ini, capaian baru Rp42.120.000 atau hanya 28 persen dari target Rp150 juta.

Anggota Komisi II DPRD Sampang, Moh Anwar, menyoroti rendahnya capaian tersebut. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah fasilitas RPH yang dinilai belum memadai.

“Informasi yang kami terima, fasilitas RPH memang kurang maksimal. Misalnya saluran air tidak berfungsi baik, padahal proses pemotongan hewan itu jelas membutuhkan banyak air,” tegasnya.

Baca juga :  Diberi Target PAD Rp 6 Miliar, Diskopindag Sampang Sebut Memberatkan dan Tidak Realistis

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Sampang, Arif Rahman, mengakui persoalan tersebut.

Dia menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pengembangan fasilitas.

“Kami menyadari bahwa ketersediaan fasilitas di RPH memang memengaruhi performa layanan. Namun, sampai saat ini kami belum bisa melengkapinya karena tidak ada anggaran,” ujarnya.

Arif menegaskan, pihaknya hanya bisa memaksimalkan layanan dengan sumber daya yang tersedia.

“Saat ini, dinas hanya bisa mengoptimalkan apa yang ada,” tandasnya. (san/nda)

Berita Terkait

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang
Operasi Wirawaspada 2026 Digelar, Imigrasi Pamekasan Perketat Pengawasan Orang Asing

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru