PAMEKASAN || KLIKMADURA – Satu-satunya jembatan akses menuju SDN Palengaan Daja 1 yang berada di Kampung Sekaan, Dusun Laccaran, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, hingga kini masih dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Jembatan tersebut merupakan akses utama bagi siswa-siswi menuju sekolah sekaligus jalur utama masyarakat menuju Pasar Palengaan.
Namun, karena kondisinya rusak parah dan belum diperbaiki secara permanen, warga terpaksa membangun jembatan darurat dari kayu secara swadaya melalui gotong royong.
Kepala Desa Palengaan Daja, Samsul Arifin, mengaku telah berupaya mengajukan bantuan pembangunan jembatan ke berbagai pihak. Mulai dari anggota dewan hingga aparat keamanan.
“Kemarin pihak kepolisian sempat turun mengecek ke lokasi, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Samsul Arifin, pembangunan jembatan tersebut menggunakan menggunakan Dana Desa. Sebab, kebutuhan anggarannya sangat tinggi.
Diperkirakan, pembangunan jembatan permanen membutuhkan biaya sekitar Rp600 juta.
“Untuk membangun jembatan itu diperkirakan butuh anggaran Rp600 juta, dana Desa mana cukup. Dari 11 dusun yang ada, anggaran harus dibagi rata untuk pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga Kampung Sekaan, Moh. Wasil menyampaikan, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat. Khususnya para siswa menuju SDN Palengaan Daja 1.
“Jembatan ini satu-satunya jalan anak-anak ke sekolah. Setiap hari mereka mempertaruhkan nyawa karena jembatan sudah rusak,” ucapnya.
Menurutnya, demi menghindari risiko jatuhnya korban, warga berinisiatif membangun jembatan darurat dari kayu secara swadaya.
“Sudah lebih dari tiga tahun jembatan ini terabaikan. Setiap tahun warga harus memperbaiki seadanya agar bisa tetap dilalui masyarakat dan para siswa,” tandasnya. (ibl/nda)














