Tak Ada Pilihan, Siswa SDN Palengaan Daja 1 Bertaruh Nyawa Melewati Jembatan Bambu

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SDN Palengaan Daja 1 melintasi jembatan dari bambu menuju sekolahnya. (KLIKMADURA)

Siswa SDN Palengaan Daja 1 melintasi jembatan dari bambu menuju sekolahnya. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Satu-satunya jembatan akses menuju SDN Palengaan Daja 1 yang berada di Kampung Sekaan, Dusun Laccaran, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, hingga kini masih dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Jembatan tersebut merupakan akses utama bagi siswa-siswi menuju sekolah sekaligus jalur utama masyarakat menuju Pasar Palengaan.

Namun, karena kondisinya rusak parah dan belum diperbaiki secara permanen, warga terpaksa membangun jembatan darurat dari kayu secara swadaya melalui gotong royong.

Kepala Desa Palengaan Daja, Samsul Arifin, mengaku telah berupaya mengajukan bantuan pembangunan jembatan ke berbagai pihak. Mulai dari anggota dewan hingga aparat keamanan.

Baca juga :  Timbulkan Gejolak di Kalangan Jurnalis, Baleg DPR RI Tunda Harmonisasi RUU Penyiaran 

“Kemarin pihak kepolisian sempat turun mengecek ke lokasi, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Samsul Arifin, pembangunan jembatan tersebut menggunakan menggunakan Dana Desa. Sebab, kebutuhan anggarannya sangat tinggi.

Diperkirakan, pembangunan jembatan permanen membutuhkan biaya sekitar Rp600 juta.

“Untuk membangun jembatan itu diperkirakan butuh anggaran Rp600 juta, dana Desa mana cukup. Dari 11 dusun yang ada, anggaran harus dibagi rata untuk pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Kampung Sekaan, Moh. Wasil menyampaikan, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat. Khususnya para siswa menuju SDN Palengaan Daja 1.

Baca juga :  VIC Season 2 Sukses Lahirkan Talenta Baru di Dunia Tarik Suara

“Jembatan ini satu-satunya jalan anak-anak ke sekolah. Setiap hari mereka mempertaruhkan nyawa karena jembatan sudah rusak,” ucapnya.

Menurutnya, demi menghindari risiko jatuhnya korban, warga berinisiatif membangun jembatan darurat dari kayu secara swadaya.

“Sudah lebih dari tiga tahun jembatan ini terabaikan. Setiap tahun warga harus memperbaiki seadanya agar bisa tetap dilalui masyarakat dan para siswa,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Diguyur Hujan Tiga Hari Berturut-turut, Belasan Bangunan di Pamekasan Rusak Berat
3 Tahun Jembatan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Palengaan Daja Bangun Jembatan Bambu
Ratusan Perahu Asal Pasuruan Serbu Perairan Tanjung, Nelayan Pamekasan Bakal Tempuh Jalur Hukum
Gandeng Klik Madura, PT Pegadaian Syariah Sukses Edukasi Investasi Emas kepada Awak Media
Silaturrahim dengan Awak Media, Pegadaian Syariah Area Madura Bagi-Bagi Hadiah Emas
Harga Emas Diprediksi Tembus Rp5 Juta per Gram, Pegadaian Syariah Area Madura Ajak Masyarakat Berinvestasi
Gelar Media Gathering, Pegadaian Syariah Ajak Insan Pers Sukseskan Program MengEmaskan Madura
Berkat Gerak Cepat Pemkab Pamekasan, Siswa Putus Sekolah Akhirnya Bisa Kembali Mengenyam Pendidikan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:47 WIB

Diguyur Hujan Tiga Hari Berturut-turut, Belasan Bangunan di Pamekasan Rusak Berat

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:34 WIB

Tak Ada Pilihan, Siswa SDN Palengaan Daja 1 Bertaruh Nyawa Melewati Jembatan Bambu

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:50 WIB

3 Tahun Jembatan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Palengaan Daja Bangun Jembatan Bambu

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:56 WIB

Gandeng Klik Madura, PT Pegadaian Syariah Sukses Edukasi Investasi Emas kepada Awak Media

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:54 WIB

Silaturrahim dengan Awak Media, Pegadaian Syariah Area Madura Bagi-Bagi Hadiah Emas

Berita Terbaru

Opini

Sebab Tuhan Tak Terlalu Teknis

Jumat, 16 Jan 2026 - 05:51 WIB