Sudah Habiskan Rp11 Miliar, APHT Pamekasan Belum Beroperasi

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengendara melintas di depan gedung APHT di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. (YUSRIL/KLIK MADURA)

Pengendara melintas di depan gedung APHT di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. (YUSRIL/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, hingga kini belum juga beroperasi meski pembangunannya telah dimulai sejak 2022.

Kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat industri hasil tembakau tersebut masih terkendala penyelesaian sejumlah persyaratan administrasi dan perizinan.

APHT dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,5 hektare dengan total anggaran kurang lebih Rp11 miliar. Namun, hingga pertengahan 2026, kawasan tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk aktivitas produksi industri hasil tembakau.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Muharram, mengatakan operasional APHT masih menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) anggota koperasi sebagai salah satu syarat administrasi.

Baca juga :  Gerak Cepat Tangani Kasus Pembacokan, Polres Pamekasan Amankan Satu Orang Terduga Pelaku

“Menunggu SK anggota koperasi. Setelah SK itu keluar, perlu adanya pengajuan izin ke provinsi,” katanya.

Menurut Muharram, setelah perizinan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur selesai, masih ada tahapan berikutnya yang harus dipenuhi, yakni pengurusan izin kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebelum kawasan tersebut dapat diresmikan untuk beroperasi.

“Setelah itu mengurus izin Bea Cukai, kemudian baru bisa dilaunching,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sedikitnya empat perusahaan rokok telah diproyeksikan menjadi penghuni kawasan APHT. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kawasan industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pamekasan.

Baca juga :  BRI Unit Pakong Gelar Ngobrol Asik, Ajak Masyarakat BRImo-kan Indonesia

Selain menjadi pusat aktivitas industri hasil tembakau, APHT juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Disperindag memastikan kebutuhan tenaga kerja akan diprioritaskan bagi warga lokal, sementara proses rekrutmen menjadi kewenangan masing-masing perusahaan.

“Pekerja diupayakan tenaga lokal, dan perusahaan rokok yang langsung mengatasi urusan pekerja,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Lima Pejabat Inspektorat Dilantik, Bupati Pamekasan Minta Pengawasan Lebih Tajam
Empat Abad Jejak Dakwah Syekh Bilfaqih, LPI ABFA Rawat Warisan Ulama Lewat Pawai Budaya
Lontarkan Kalimat Tak Pantas pada Jurnalis, Ahli Bahasa UNIRA Soroti Etika Komunikasi Ketua Yayasan Al-Uswah
Injak Al-Qur’an Saat Live TikTok, Pensiunan Guru di Pamekasan Resmi Jadi Tersangka
Puskesmas Tampojung Pregi Ingatkan Ancaman Hipertensi dan Diabetes, PHBS Harus Dimulai dari Rumah
Influenza Tipe A Mulai Diwaspadai di Pamekasan, Kapus Batumarmar Tekankan Vaksinasi dan Etika Batuk
Temui Bupati, Ulama Pamekasan Desak Enam Tempat Hiburan Ditutup Permanen
Batumarmar Borong Juara FTBI Jawa Timur 2026, Empat Bintang Juara Diarak Keliling Kecamatan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 06:53 WIB

Lima Pejabat Inspektorat Dilantik, Bupati Pamekasan Minta Pengawasan Lebih Tajam

Minggu, 1 November 2026 - 13:44 WIB

Empat Abad Jejak Dakwah Syekh Bilfaqih, LPI ABFA Rawat Warisan Ulama Lewat Pawai Budaya

Minggu, 1 November 2026 - 08:04 WIB

Lontarkan Kalimat Tak Pantas pada Jurnalis, Ahli Bahasa UNIRA Soroti Etika Komunikasi Ketua Yayasan Al-Uswah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Injak Al-Qur’an Saat Live TikTok, Pensiunan Guru di Pamekasan Resmi Jadi Tersangka

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Puskesmas Tampojung Pregi Ingatkan Ancaman Hipertensi dan Diabetes, PHBS Harus Dimulai dari Rumah

Berita Terbaru