PAMEKASAN || KLIKMADURA – Rektor Universitas Islam Madura (UIM), Dr. H. Ahmad memberikan perhatian serius terhadap persoalan lingkungan yang begitu memprihatinkan di Madura, khususnya di kabupaten Pamekasan. Mulai dari pembabatan hutan mangrove hingga maraknya aktivitas galian C.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) yang mengusung tema Tadarus Lingkungan, Menjaga Bumi Madura dan Independensi Pers, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, UIM secara kelembagaan memiliki komitmen kuat dalam isu-isu lingkungan hidup. Bahkan, UIM memiliki praktisi sekaligus akademisi mangrove, yaitu dr. Endang, yang selama ini aktif dalam kajian dan upaya pelestarian lingkungan pesisir.
“Lingkungan menjadi perhatian serius kami, terutama mangrove yang memiliki fungsi vital bagi ekosistem. UIM tidak hanya mendukung secara akademik, tetapi juga melalui praktik langsung,” katanya.
Ahmad mengaku bahwa Komitmen UIM di bidang lingkungan sudah diakui Provinsi. Buktinya, baru-baru ini UIM menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pada kesempatan itu, ia juga membuka peluang kerja sama dengan Insan pres dalam mengawal serta mengedukasi publik terkait persoalan lingkungan di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan.
“AJP bisa menjadi mitra strategis UIM dalam menyuarakan persoalan lingkungan. Edukasi publik sangat penting agar kesadaran masyarakat semakin tumbuh,” ujarnya.
Tidak hanya persoalan mangrove, Ahmad turut menyoroti maraknya aktivitas galian C yang terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, persoalan tersebut harus dikaji lebih mendalam dan ditangani secara hati-hati.
“Kondisi lingkungan di Pamekasan saat ini cukup miris. Pembabatan mangrove dan galian C terjadi di banyak titik. Masyarakat perlu diedukasi, yang paling penting adalah kesadaran dan kedisiplinan masyarakat terkait aturan lingkungan,” tandasnya. (ibl/nda)














