PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pamekasan banyak yang memperihatinkan. Ironisnya, perbaikan yang dilakukan pemerintah tidak sepenuhnya mencakup seluruh lokasi jalan rusak.
Akibatnya, masyarakat harus memperbaiki secara swadaya. Bahkan, mereka harus rela patungan untuk memenuhi kebutuhan biaya perbaikan jalan tersebut.
Salah satu lokasi jalan yang diperbaiki secara mandiri oleh warga berada di Desa Campor, Kecamatan Proppo. Jalan tersebut merupakan penghubung antar kecamatan yang menghubungkan tiga desa.
Yakni, Desa Jambringin dan Desa Campor yang secara administratif masuk Kecamatan Proppo. Kemudian, Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan.
Muhtar, salah satu warga Desa Campor mengatakan, jalan penghubung antar kecamatan itu rusak parah sejak puluhan tahun silam. Namun, belum dilakukan perbaikan oleh pemerintah.
Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat di dua kecamatan. Berbagai aktivitas masyarakat seperti ekonomi, pendidikan menggantungkan pada akses jalan tersebut.
Kerusakan jalan itu bukan hanya menggangu aktivitas masyarakat. Tetapi, juga kerap memicu terjadinya kecelakaan yang sangat membahayakan keselamatan.
”Sudah puluhan tahun jalan ini rusak, tetapi tidak ada perbaikan. Masyarakat kemudian sepakat untuk memperbaiki secara mandiri,” katanya.
Muhtar menyampaikan, dana yang digunakan untuk perbaikan jalan tersebut diperoleh dari hasil sumbangan. Masyarakat secara suka rela menyisihkan sebagian rezekinya untuk perbaikan jalan tersebut.
”Alhamdulillah, di awal perbaikan kami berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp 30 juta dari hasil sumbangan masyarakat,” terang Muhtar.
Kerusakan jalan itu panjangnya sekitar 800 meter. Jika dana tersedia, rencananya perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh.
Dengan demikian, dia berharap pemerintah tidak menutup mata untuk ikut andil memperbaiki jalan rusak tersebut. Sebab, jika hanya mengandalkan anggaran dari hasil sumbangan masyarakat, dirasa kurang maksimal. (pen)