Penerimaan Murid Baru SRMP 29 Pamekasan Tanpa Pendaftaran, Sasar Siswa dari Keluarga Kurang Mampu

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti bincang santai dengan para siswa. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti bincang santai dengan para siswa. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan tahun 2026 dipastikan tidak membuka pendaftaran secara umum.

Kebijakan itu diambil karena proses rekrutmen difokuskan pada penjangkauan langsung terhadap calon siswa dari keluarga kurang mampu.

Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, menegaskan bahwa mekanisme penerimaan tetap mengacu pada data resmi pemerintah.

Yakni, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sasaran utama adalah masyarakat dalam kategori desil 1 dan desil 2.

“Tidak ada pembukaan pendaftaran seperti sekolah pada umumnya. Ini memang program khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, sesuai arahan Gus Menteri dan Presiden,” ujarnya.

Baca juga :  LPM Semesta Unira Belajar Jurnalistik di Klik Madura

Menurut Aisyah, proses penjaringan dilakukan dengan menyisir langsung calon siswa berdasarkan data yang telah tervalidasi.

Pendekatan ini dilakukan tanpa unsur paksaan. Jika calon siswa dan keluarganya bersedia, maka akan dilanjutkan dengan asesmen dan pengisian formulir.

Ia menjelaskan, apabila kuota dari desil 1 tidak terpenuhi, maka akan dialihkan ke desil 2. Mekanisme tersebut tetap melalui persetujuan pemerintah daerah.

“Kalau desil 1 tidak ada pergerakan, bisa dialihkan ke desil 2 dan itu harus disahkan oleh bupati. Pengalaman sebelumnya, ada wilayah yang anak-anaknya lebih memilih mondok,” jelasnya.

Baca juga :  Realisasi PAD Masih 79 Persen, Pemkab Pamekasan Dikejar Waktu Tutup Tahun Anggaran

Untuk tahun ajaran 2026, kuota sementara SRMP’29 Pamekasan ditetapkan sebanyak 50 siswa. Proses SPMB dijadwalkan mulai berlangsung pada Juli mendatang.

Guna memastikan target terpenuhi, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan diterjunkan ke seluruh wilayah di Pamekasan. Penyisiran dilakukan merata di 13 kecamatan tanpa terkecuali.

“Kita sasar semua wilayah. Bahkan jika ditemukan anak putus sekolah, akan kita fasilitasi masuk ke Sekolah Rakyat sesuai jenjangnya,” ungkap Aisyah.

Sementara itu, Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Pamekasan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa proses perekrutan tetap memprioritaskan kelompok paling rentan secara ekonomi.

Baca juga :  Ketua DPRD Pamekasan Apresiasi Gerak Cepat Polres Ringkus Jambret yang Tewaskan Nenek 60 Tahun

“Kita utamakan desil 1. Setelah itu baru dilakukan asesmen lanjutan. Mekanismenya masih sama seperti tahun sebelumnya,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Pemkab Pamekasan Perketat Pengawasan, Pengusaha Dilarang Gunakan LPG 3 Kg
Temukan 45 Dapur Bermasalah, Satgas MBG: Segera Perbaiki atau Disanksi!
Puluhan Pabrik Rokok Diduga Ternak Pita Cukai, Kantor Bea Cukai Madura Didemo
Puskesmas Pademawu Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Skrining HPV DNA
Tak Disuplai Anggaran, Jogging Track Ekowisata Mangrove Lembung Dibiarkan Rapuh dan Membahayakan
Pemkab Pamekasan Pastikan Gedung DKP Direvitalisasi Tahun Ini
Didatangi KPK, Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan Pastikan Bukan Pemeriksaan Proyek
DKP Resmi Dilantik, Langsung Tancap Gas Agendakan Sowan Tokoh Agama di 13 Kecamatan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:14 WIB

Penerimaan Murid Baru SRMP 29 Pamekasan Tanpa Pendaftaran, Sasar Siswa dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 16 April 2026 - 05:12 WIB

Pemkab Pamekasan Perketat Pengawasan, Pengusaha Dilarang Gunakan LPG 3 Kg

Kamis, 16 April 2026 - 03:50 WIB

Temukan 45 Dapur Bermasalah, Satgas MBG: Segera Perbaiki atau Disanksi!

Rabu, 15 April 2026 - 11:55 WIB

Puluhan Pabrik Rokok Diduga Ternak Pita Cukai, Kantor Bea Cukai Madura Didemo

Selasa, 14 April 2026 - 07:09 WIB

Tak Disuplai Anggaran, Jogging Track Ekowisata Mangrove Lembung Dibiarkan Rapuh dan Membahayakan

Berita Terbaru