Melawan Cuaca Ekstrem Yaman, Abdul Haq Pemuda Pamekasan Berhasil Lulus dari Universitas Al-Ahgaff

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemuda asal Pamekasan, Abdul Haq foto bersama dengan Rektor Universitas Al-Ahgaff, Prof. Al Habib Abdullah bin muhammad baharun saat prosesi wisuda. (ISTIMEWA)

Pemuda asal Pamekasan, Abdul Haq foto bersama dengan Rektor Universitas Al-Ahgaff, Prof. Al Habib Abdullah bin muhammad baharun saat prosesi wisuda. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Abdul Haq, pemuda asal Dusun Batu Ampar, Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadramaut, Yaman. Ia dinyatakan lulus pada hari Kamis, 16 April 2026, setelah menempuh pendidikan selama lima tahun.

Abdul Haq mengambil Jurusan Syariah pada Fakultas Syariah wal Qanun. Selama menempuh pendidikan, ia menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi akademik maupun kondisi lingkungan yang berbeda jauh dengan Indonesia.

Menurutnya, perbedaan lingkungan di Yaman sangat terasa, terutama dari sisi makanan dan cuaca. Mayoritas makanan di sana memiliki cita rasa kecut sehingga tidak semuanya cocok dengan lidah orang Indonesia. Termasuk kondisi cuaca yang cukup ekstrem.

“Pada musim panas suhu bisa mencapai 4 hingga 6 derajat, sementara pada musim dingin bisa turun hingga 3 derajat Celsius. Apalagi kalau musim panas sering mati listrik yang terjadi secara bergantian, setiap hari nyala tiga jam dan mati tiga jam,” katanya.

Baca juga :  Sisa Dua SPPG di Pamekasan Masih Berhenti Beroperasi

Dalam proses akademik, Abdul Haq tidak langsung menempuh jenjang S1. Ia terlebih dahulu mengikuti kelas Markaz Lughah atau kelas bahasa Arab selama satu tahun. Lulusan program tersebut setara dengan Diploma 3 (D3) dan menjadi syarat untuk melanjutkan ke jenjang S1.

Ia menjelaskan bahwa sistem akademik di Universitas Al-Ahgaff tergolong ketat. Mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah pada satu semester tidak diperbolehkan mengulang dalam tahun yang sama dan harus menunggu tahun berikutnya.

“Setiap semester terdapat tiga tahapan ujian, yakni dua ujian bulanan masing-masing bernilai 20, serta ujian semester dengan nilai 60. Total nilai maksimal yang bisa diperoleh adalah 100,” ujarnya.

Baca juga :  Kejari Pamekasan Siap Kerja Sama dengan KPK Dalami Program Pokir Dewan

Selain itu, mahasiswa diwajibkan menyetorkan hafalan Al-Qur’an mulai semester lima hingga semester delapan. Setiap semester, mahasiswa harus menyetorkan hafalan sebanyak dua setengah juz.

“Alhamdulillah saya hafal 10 juz. Di sini syarat kelulusan, semester 8 sudah harus menyetorkan hafalan 10 juz,” ucapnya.

Abdul Haq mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan tanpa harus mengulang mata kuliah, mengingat banyak mahasiswa asal Indonesia yang tidak mampu melanjutkan studi hingga selesai.

“Saya bersyukur bisa lulus, karena banyak teman yang harus mengulang mata kuliah bahkan ada yang dipulangkan,” tuturnya.

Baca juga :  Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman Lepas Keberangkatan Calon Jemaah Haji 2025, Titip Jaga Niat dan Etika

Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada generasi muda agar menjadikan ilmu sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan serta selalu menyertakan adab dalam proses menuntut ilmu.

“Ada kalam dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, lakukanlah lebih dari apa yang orang lain lakukan. Kalimat itu yang selalu memotivasi saya untuk terus lebih produktif ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, orang tua Abdul Haq, Lutfi menyampaikan rasa bangga atas pencapaian anak bungsunya tersebut. Ia mengatakan Abdul Haq merupakan satu-satunya anak dari lima bersaudara yang menempuh pendidikan di luar negeri.

“Saya sangat bangga dan terharu. Apalagi mendengar cerita bahwa lulus di Yaman tidak mudah. Semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat sekitar,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Edy Gelora Nilai BPS Terlalu Kaku Menilai Aset Fisik, Minta Jalur Sanggah DTSEN Diperkuat
KOHATI Pamekasan Gembleng Kader Jadi Pemimpin Andal Lewat Public Speaking Class
Dua Ahli Waris Lahan TK ABA IV Pamekasan Penuhi Panggilan Polres, Sampaikan Kesaksian Dumas ke Polda Jatim
AJP Salurkan Air Bersih di 11 Kecamatan Terdampak Kekeringan
Doanya Menembus Langit, Bang Ali Berangkatkan Angga dan Ibunya ke Tanah Suci Mekkah
Direktur Klik Madura Bekali Pengurus Organisasi Santri SDI Al-Munawwarah Public Speaking
Harga Tembakau Madura Turun, Ternyata Ini Penyebabnya
Hadapi Era Digital, Disdikbud Pamekasan Bentuk 50 Rintisan Sekolah Model

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:08 WIB

Edy Gelora Nilai BPS Terlalu Kaku Menilai Aset Fisik, Minta Jalur Sanggah DTSEN Diperkuat

Minggu, 6 September 2026 - 13:56 WIB

KOHATI Pamekasan Gembleng Kader Jadi Pemimpin Andal Lewat Public Speaking Class

Minggu, 6 September 2026 - 07:51 WIB

Dua Ahli Waris Lahan TK ABA IV Pamekasan Penuhi Panggilan Polres, Sampaikan Kesaksian Dumas ke Polda Jatim

Minggu, 6 September 2026 - 03:41 WIB

Doanya Menembus Langit, Bang Ali Berangkatkan Angga dan Ibunya ke Tanah Suci Mekkah

Minggu, 6 September 2026 - 01:41 WIB

Direktur Klik Madura Bekali Pengurus Organisasi Santri SDI Al-Munawwarah Public Speaking

Berita Terbaru