Sisa Dua SPPG di Pamekasan Masih Berhenti Beroperasi

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana SPPG As-Salman di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan terlihat tanpa aktivitas apapun beberapa waktu lalu. (DOK. KLIKMADURA)

Suasana SPPG As-Salman di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan terlihat tanpa aktivitas apapun beberapa waktu lalu. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sejumlah Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG) di Kabupaten Pamekasan sempat berhenti beroperasi akibat terlambatnya pencairan dana dari pemerintah pusat.

Dari enam dapur yang sebelumnya tidak beraktivitas, kini tersisa dua SPPG yang masih belum kembali beroperasi.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pamekasan, Haryanto Rahmansyah, menyampaikan bahwa enam dapur sempat berhenti karena dana yang belum cair.

Namun empat di antaranya sudah kembali aktif setelah dana pusat cair meski belum semua memulai operasional.

“Iya yang empat itu sudah aktif karena dana dari pusat sudah cair, tetapi belum beroperasi. Untuk waktunya kapan, saya juga kurang tahu,” ujarnya.

Baca juga :  Dewan Dorong Pengelola Dapur MBG Lindungi Pekerja Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Haryanto menambahkan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti jadwal pencairan dana. Meski demikian, apabila terjadi kendala terkait proses pencairan, ia menyatakan siap membantu percepatan.

Enam SPPG yang sebelumnya berhenti beroperasi meliputi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, SPPG Pamekasan Pasean Sotabar dan SPPG Pamekasan Waru Waru Barat.

Kemudian, SPPG Dempo Barat 01 Yayasan Macik Education Squad, SPPG Pamekasan Jungcangcang Yayasan Insan Kamil, dan SPPG Pamekasan Tlanakan Tlanakan.

“Sekarang tinggal dua yang belum aktif,” kata Haryanto.

Saat ini di Kabupaten Pamekasan terdapat total 93 SPPG. Berdasarkan data terbaru beberapa hari lalu, dari 88 SPPG yang tercatat sebelumnya, sebanyak 71 SPPG sudah aktif dan 17 dapur masih belum beroperasi.

Baca juga :  Oknum Pegawai Bank Jatim Pamekasan Diduga Tipu Nasabah, Kerugian Tembus Rp 210 Juta

“Iya di Pamekasan sendiri sudah melebihi target. Targetnya itu 88, sekarang sudah 93 SPPG. Semoga bisa memberikan dampak positif dan menyediakan makanan bergizi untuk para siswa-siswi,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Lindungi Modal Petani Tembakau, DKPP Pamekasan Siapkan BPP sebagai Acuan Pabrik
Empat SMAN di Pamekasan Sepi Peminat, Kuota SPMB 2026 Belum Terpenuhi
Harga Material Naik, Proyek Jalan DBHCHT Rp6 Miliar di Pamekasan Belum Dikerjakan
Penetapan 30 Siswa Baru SRMP Pamekasan Belum Final, Masih Tunggu SK Bupati
Hanya Butuh Waktu Sepekan, Satreskrim Polres Pamekasan Berhasil Ungkap 7 Kasus Pencurian
Langkah RSIA Puri Bunda Madura Angkat Rahim Ibu Muda Dinilai Tepat, Kini Pasien dan Bayi Kembali Sehat
Pemkab Pamekasan Perkuat Peran Perbankan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Realisasi Program Kampung Nelayan di Pamekasan Tak Jelas, Pemkab Berdalih Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:12 WIB

Lindungi Modal Petani Tembakau, DKPP Pamekasan Siapkan BPP sebagai Acuan Pabrik

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Empat SMAN di Pamekasan Sepi Peminat, Kuota SPMB 2026 Belum Terpenuhi

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:41 WIB

Harga Material Naik, Proyek Jalan DBHCHT Rp6 Miliar di Pamekasan Belum Dikerjakan

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:22 WIB

Hanya Butuh Waktu Sepekan, Satreskrim Polres Pamekasan Berhasil Ungkap 7 Kasus Pencurian

Senin, 29 Juni 2026 - 14:38 WIB

Langkah RSIA Puri Bunda Madura Angkat Rahim Ibu Muda Dinilai Tepat, Kini Pasien dan Bayi Kembali Sehat

Berita Terbaru