PAMEKASAN || KLIKMADURA – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam menghidupkan kembali Pamekasan sebagai kota pendidikan terus ditunjukkan. Salah satunya melalui rencana menghadirkan desain baru sistem pembelajaran yang lebih nyaman bagi siswa.
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh lagi membatasi ruang gerak dan kreativitas peserta didik.
Menurutnya, siswa Sekolah Dasar (SD) tidak semestinya terus-menerus dikungkung di dalam kelas layaknya tahanan.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya duduk diam di dalam kelas. Mereka harus diberi ruang untuk bergerak, melihat, dan merasakan langsung proses belajar dari alam dan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah pembelajaran berbasis pengalaman dengan memanfaatkan alam sebagai media belajar.
“Belajar tidak selalu harus di dalam ruangan. Anak-anak bisa berjalan, mengamati, dan belajar sambil menikmati suasana alam. Dengan begitu mereka tidak jenuh,” ucapnya.
Ia mengaku bahwa Konsep belajar bersama alam diyakini mampu menumbuhkan karakter, kreativitas, serta daya pikir kritis siswa sejak dini.
“Pemkab Pamekasan berharap, dengan desain baru ini, kualitas pendidikan di Pamekasan semakin meningkat dan mampu mengembalikan citra daerah sebagai salah satu pusat pendidikan yang unggul,” tandasnya. (ibl/nda)














