Ketua Pansus SOTK DPRD Pamekasan: Kekosongan 100 Kepsek dan 12 Kapus Tak Terkait Raperda SOTK

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pansus SOTK DPRD Pamekasan, Mohammad Saedy Romli. (KLIKMADURA)

Ketua Pansus SOTK DPRD Pamekasan, Mohammad Saedy Romli. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli menegaskan bahwa kekosongan sejumlah jabatan tidak ada kaitannya dengan pembahasan Raperda SOTK. Menurut dia, mutasi dan pengisian jabatan tetap bisa dilakukan dengan mengacu pada struktur organisasi yang berlaku saat ini.

Edy mengatakan, selama Raperda SOTK belum disahkan, Perda tentang organisasi perangkat daerah yang lama masih berlaku dan memiliki kekuatan hukum penuh. Karena itu, tidak ada alasan untuk menunda pengisian jabatan yang kosong.

Menurut dia, yang banyak dipersoalkan masyarakat bukan semata-mata kekosongan jabatan pada organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, jabatan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik seperti kepala sekolah dan kepala puskesmas.

Baca juga :  Legislator Pamekasan Soroti Program TKMP Kemnaker Tak Libatkan Pemkab

Berdasarkan data yang disampaikan, hingga saat ini sekitar 10 OPD masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Selain itu, sekitar 12 kepala puskesmas dan lebih dari 100 kepala sekolah dasar (SD) juga masih berstatus Plt.

Pria yang juga Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Pamekasan itu menilai, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Sebab, sektor pendidikan dan kesehatan merupakan layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

Dia menegaskan bahwa kekosongan kepala sekolah dan kepala puskesmas sama sekali tidak berkaitan dengan pembahasan Raperda SOTK yang sedang berlangsung di DPRD. Alasannya, struktur sekolah dan puskesmas tidak akan berubah meskipun nantinya regulasi baru disahkan.

Baca juga :  Lima Mantan Panitia Pilkades Gugul Didakwa Lakukan Pemalsuan Dokumen

“Kekosongan 100 kepala sekolah dan 12 kepala puskesmas tidak ada hubungannya sama sekali dengan pembahasan Raperda SOTK yang sedang dibahas oleh DPRD karena bukan merupakan struktur dinas makro. Bupati punya kuasa penuh untuk melantik mereka bahkan saat ini juga demi menyelamatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat Pamekasan,” tegasnya.

Edy juga mengkritik alasan yang mengaitkan penundaan mutasi dengan pembahasan Raperda SOTK. Menurut dia, argumentasi tersebut tidak memiliki dasar logika yang kuat.

“Menjadikan pembahasan Raperda SOTK sebagai alasan penundaan mutasi adalah cacat logika yang sangat fatal,” katanya.

Politikus tersebut menjelaskan bahwa Bupati Pamekasan tetap memiliki kewenangan penuh untuk melakukan rotasi maupun mutasi pejabat. Kewenangan itu tetap berlaku selama regulasi baru belum ditetapkan.

Baca juga :  Kenaikan IPM Pamekasan 2023 Tertinggi di Jawa Timur

“Selama Raperda OPD baru belum disahkan, maka Perda OPD yang lama (existing) tetap berlaku sah dan memiliki kekuatan hukum penuh. Bupati memiliki hak prerogatif untuk melakukan rotasi atau mutasi,” ujarnya.

Politisi muda itu juga membantah anggapan bahwa Pansus SOTK menjadi pihak yang memperlambat proses penataan birokrasi di Kabupaten Pamekasan. Menurut dia, pansus justru berupaya memastikan regulasi yang disusun tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Pansus SOTK tidak sedang memperlambat apalagi menghambat. Kami hanya ingin menyelamatkan Kabupaten Pamekasan dari produk hukum yang cacat sehingga harus dianalisis dan dikaji secara hati-hati,” pungkasnya. (nda)

Berita Terkait

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam
125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif
Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja
Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas
Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia
13 Perda Tuntas, DPRD Pamekasan Lanjutkan Pembahasan Regulasi Prioritas
125 Kursi Kepala Sekolah di Pamekasan Masih Plt, Disdikbud Targetkan Tuntas Tahun Ini

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Jumat, 25 September 2026 - 03:34 WIB

Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN

Jumat, 25 September 2026 - 03:11 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja

Kamis, 24 September 2026 - 09:10 WIB

Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

Kamis, 24 September 2026 - 08:43 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia

Berita Terbaru