Iklim Investasi di Pamekasan Sangat Baik, Semester I 2025 DPMPTSP Terbitkan 428 NIB

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berada di sekitar Yala Kopitiam Plus Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Warga berada di sekitar Yala Kopitiam Plus Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pamekasan mencatat ratusan izin usaha terbit sepanjang semester pertama 2025.

Dari Januari hingga Juni, jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan mencapai 428 izin, sementara Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sebanyak 491 izin.

Kepala DPMPTSP Pamekasan, Taufiqurrahman, menyebutkan mayoritas izin usaha masih didominasi kategori menengah rendah.

“Berdasarkan uraian proyek, perizinan paling banyak didominasi oleh usaha kategori menengah rendah, seperti restoran, yang mencapai 379 izin,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Baca juga :  Puluhan Tahun Terbengkalai, Pelabuhan Pasean Akan Direhabilitasi, Butuh Anggaran Rp 10 Miliar

Ia menjelaskan, sistem perizinan saat ini berbeda dengan sebelumnya. Dokumen usaha yang terbit hanya berupa NIB dan pernyataan mandiri.

“Kini perizinan terbagi menjadi empat kategori. Izin lengkap hanya diwajibkan bagi usaha berisiko tinggi, seperti pabrik garam dan rumah sakit,” katanya.

Dari sisi skala usaha, izin mikro masih mendominasi. Tercatat 426 usaha mikro dengan modal awal Rp0 hingga Rp1 miliar. Sementara izin usaha besar hanya empat perusahaan dengan modal di atas Rp10 miliar.

Adapun lima besar bidang usaha dengan izin terbanyak. Yakni, industri makanan dan masakan olahan sebanyak 79 usaha. Kemudian, pembibitan dan budidaya ternak unggas lainnya sebanyak 76 usaha.

Baca juga :  Proses Sortir dan Packing Logistik Pemilu 2024 di Sampang Diprediksi Selesai Lebih Awal

Lalu, industri sigaret kretek tangan sebanyak 36 usaha, industri penggaraman atau pengeringan ikan sebanyak 26 usaha dan perdagangan eceran kosmetik manusia sebanyak 21 usaha.

Meski demikian, Taufiq mengingatkan data izin tidak selalu mencerminkan realisasi produksi di lapangan.

“Jumlah ini belum tentu sama dengan realisasi produksi, karena data ini hanya terkait pengurusan izin,” tegasnya.

Ia menambahkan, mayoritas masyarakat kini memilih mendaftar izin secara online melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

“Hanya satu dua orang yang datang langsung ke Mall Pelayanan Publik, sisanya mayoritas daftar online,” pungkasnya. (ibl/nda)

Baca juga :  Oknum Pegawai Bank Jatim Pamekasan Diduga Tipu Nasabah, Kerugian Tembus Rp 210 Juta

Berita Terkait

250 Warga Binaan Lapas Narkotika Pamekasan Peringati Maulid Nabi, Jadi Momentum Perbaiki Diri
420 Pramuka Siaga Ramaikan Pesta Siaga Kwarran Galis 2026, Usung Semangat SIGAP
Usai Buka Paksa Segel Gerbang TK ABA IV Pamekasan, PD Muhammadiyah Pastikan Tempuh Jalur Hukum
Lima Tahun Belum Beroperasi, DPRD Pamekasan Soroti APHT
Gerbang TK ABA IV Pamekasan Digembok Ahli Waris, Sengketa Lahan Kian Memanas
RSIA Puri Bunda Madura Gelar Perayaan Maulid Nabi, Ra Hamid Amjad: Saya Sangat Bangga!
Bupati Pamekasan Tegaskan 64 PNS Baru Harus Buktikan Kinerja dan Pengabdian Terhadap Masyarakat
1.600 Peserta Ramaikan Fun Walk RSUD SMART Pamekasan, Bupati Kholilurrahman Dorong Pelayanan Makin Solid

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:14 WIB

250 Warga Binaan Lapas Narkotika Pamekasan Peringati Maulid Nabi, Jadi Momentum Perbaiki Diri

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:43 WIB

420 Pramuka Siaga Ramaikan Pesta Siaga Kwarran Galis 2026, Usung Semangat SIGAP

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:45 WIB

Usai Buka Paksa Segel Gerbang TK ABA IV Pamekasan, PD Muhammadiyah Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Lima Tahun Belum Beroperasi, DPRD Pamekasan Soroti APHT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:45 WIB

Gerbang TK ABA IV Pamekasan Digembok Ahli Waris, Sengketa Lahan Kian Memanas

Berita Terbaru