Disporapar Pamekasan Gelar Karapan Sapi, 24 Pasang Sapi Bersaing Ketat

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman didampingi Wabup H. Sukriyanto memberikan sambutan saat karapan sapi. (YUSRIL RAHMAN SYAKUR / KLIKMADURA)

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman didampingi Wabup H. Sukriyanto memberikan sambutan saat karapan sapi. (YUSRIL RAHMAN SYAKUR / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pamekasan kembali menggelar lomba karapan sapi 2025.

Event budaya khas Madura itu berlangsung di lapangan Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, dan diikuti oleh 24 pasang sapi pacuan.

Kepala Disporapar Pamekasan, Fathorrachman, menjelaskan seluruh peserta merupakan perwakilan dari empat kawedanan. Yakni, Pamekasan, Galis, Pegantenan, dan Waru.

“Masing-masing kawedanan mengirimkan enam pasang, jadi totalnya ada 24 pasang,” ungkapnya.

Dari jumlah tersebut, panitia akan menjaring enam pasang sapi terbaik. Tiga pasang dari kelompok atas dan tiga pasang di kelompok bawah.

Baca juga :  Masyarakat Ingin Moh. Zainal Arifin Jadi Bupati Pamekasan

Para pemenang nantinya bakal mewakili Pamekasan di ajang bergengsi Karapan Sapi Gubeng atau Piala Presiden 2025 yang digelar di Bangkalan.

“Event ini selain menjadi ajang silaturahmi antar pemilik sapi, juga seleksi menuju Piala Presiden. Harapan kami, wakil Pamekasan bisa tampil lebih berprestasi dari tahun-tahun sebelumnya,” tegas pejabat yang akrab disapa Paong itu.

Ia menambahkan, karapan sapi bukan sekadar lomba, melainkan wujud pelestarian budaya asli Madura. Menurutnya, generasi muda saat ini perlu dikenalkan kembali dengan tradisi leluhur agar tidak kalah oleh budaya luar.

Baca juga :  Pemkab Pamekasan Tutup Sementara Kawasan Eks Stasiun PJKA, Pedagang Melawan!

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Anak-anak muda sekarang sepertinya sudah jarang tahu tentang karapan sapi. Maka kegiatan ini penting untuk melestarikan budaya kita sendiri,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”
Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim
UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat
Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan
HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:17 WIB

UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:32 WIB

849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan

Berita Terbaru