Tentang Sudut Pandang

- Jurnalis

Senin, 7 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sari Purwati, Direktur Klik Madura

————

BISA jadi seseorang baik di matamu, tapi belum tentu baik di mata orang lain. Karenanya, berhati-hatilah saat mengumbar aib orang di depan orang lain. Sebab, bisa jadi, sudut pandangnya berbeda.

Suatu hari, saya berbincang dengan pasangan dalam sebuah perjalanan, biasanya kita membahas tentang pekerjaan, anak atau perihal kesibukan kita dalam rumah tangga.

Tapi kali ini, perbincangannya langsung saya jadikan catatan sebagai pengingat. Sembari menyetir dia bercerita bahwa bertemu dengan salah seorang teman saya di dunia kerja, sebut saja Bambang.

Begitu antusiasnya dia bercerita, dia kagum pada akhlaknya. Bambang yang dia kenal mulai dari hanya seorang yang biasa, kemudian sekarang punya jabatan luar biasa tetap betegur sapa saat bertemu di jalan. Itu akhlak mulia nan luar biasa.

Baca juga :  Pastikan Keamanan dan Keselamatan Lalin Jelang Nataru, Tim Gabungan di Pamekasan Tes Urine Supir Bus

Lalu apa respon saya? iya tentu menyimak ceritanya sembari hanya menganggukkan kepala. Mengapa? Sebab saya tau Bambang yang dia maksud tidak lain adalah teman yang memiliki perangai sangat buruk sepanjang saya kenal. Track record dia sangat berbanding terbalik dengan kekaguman yang disampaikan pasangan saya.

Pertanyaannya, mengapa begitu? Ini hanya soal sudut pandang saja dan tidak layak untuk diperdebatkan. Pasangan saya melihat akhlaknya baik sebab dia sering bertegur sapa saat bertemu, sementara saya yang mengenal dan dekat secara langsung karena pekerjaan, sungguh melihatnya berbanding terbalik.

Ada tiga cara mengetahui sifat seseorang menurut sahabat Nabi, Umar Bin Khattab. Pertama, Safar atau melakukan perjalanan dengannya. Kedua, ketika berbisnis atau bermuamalah, dan yang ketiga adalah saat diberikan kepercayaan (amanah).

Baca juga :  Bangkalan Darurat Narkoba

Jika ketiganya sudah dilakukan, maka barulah kita bisa menyimpulkan sifat asli atau karakter asli dari orang tersebut.

Bisa jadi, fulan baik di matamu tapi tidak bagi orang lain yang pernah ditipunya dalam berbisnis. Bisa jadi, fulan baik di mata orang lain, tapi tidak baik di matamu sebab dia pernah gagal menjaga aibmu saat dipercaya menjadi tempat menyimpan rahasiamu. Bisa jadi begitu.

Maka, soal sudut pandang ini sangat relevan sekali dengan ajaran Islam yang melarang sesama muslim lainnya ghibah. Mengapa? Selain jelas itu dosa, di antaranya juga kerana saat kamu ghibah kemungkinan materi ghibahmu tidak sesuai dengan sudut pandang lawan bicaramu.

Baca juga :  Ternyata Semudah Itu Lho Bertani Semi Organik

Karena ketidaksusuaian inilah maka kemungkinan materi ghibah menyebar keman’mana sangat besar. Kemudian, ghibah ini menjelma aib. Bisa dipahami?

Saya masih ingat, tiba tiba ada seorang teman sebut saja fulan, yang saya kenal baik, bicara pada saya, dia mengkonfirmasi sebuah informasi negative tentang saya yang dia tau dari teman yang juga saya kenal baik.

Lalu apa jawaban saya? benarkan saja apa yang menurutmu benar. Sebab, apapun yang dikonfirmasi lalu saya menjawabnya tidak bisa saja disebut pembelaan.

Kita tinggal menafsirkannya saja sendiri, bahwa kotoran itu tidak mungkin keluar dari tempat yang baik. Soal kotoran rasanya bukan soal sudut pandang kan? Wallahua’lam. (*)

Berita Terkait

Peringatan World Press Freedom 2026, Momentum Menjadikan Jurnalis Adaptif dan Independen 
MH Said Abdullah Sang Mentor Sejati
Membaca Arah, Mengeja Sejarah
May Day 2026: Mengakhiri Ketidakadilan Bagi Buruh Perempuan
Mono Nakoda, Multi ABK
Madura Menuju KEK Tembakau, Mungkinkah Terwujud?
Hermeneutika Bangsa Dasamuka
Episentrum Pilkada, Dekonstruksi dan Reparasi?

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:36 WIB

Peringatan World Press Freedom 2026, Momentum Menjadikan Jurnalis Adaptif dan Independen 

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:35 WIB

MH Said Abdullah Sang Mentor Sejati

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:58 WIB

Membaca Arah, Mengeja Sejarah

Kamis, 30 April 2026 - 12:52 WIB

May Day 2026: Mengakhiri Ketidakadilan Bagi Buruh Perempuan

Jumat, 24 April 2026 - 04:01 WIB

Mono Nakoda, Multi ABK

Berita Terbaru