Pelajar Bangkalan Wajib Berkebaya Sakera Marlena Tiap Tanggal 24, Cara Pemkab Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa-siswi SMPN 5 Bangkalan saat mengenakan kebaya. (NUR FITRIA / KLIKMADURA)

Siswa-siswi SMPN 5 Bangkalan saat mengenakan kebaya. (NUR FITRIA / KLIKMADURA)

BANGKALAN || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berupaya menanamkan rasa cinta terhadap tanah kelahiran kepada generasi muda. Salah satunya melalui kebijakan mengenakan busana khas Madura, Sakera Marlena, setiap tanggal 24 di seluruh lingkungan pendidikan.

Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh pelajar, guru, hingga pegawai di Kabupaten Bangkalan. Mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Program ini pun disambut antusias oleh para pelajar dan rutin dilaksanakan setiap bulan. Meski terdapat perbedaan dalam hal pakaian, proses kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal seperti hari biasa.

Baca juga :  Deteksi Dini TBC Digeber, Puskesmas Burneh Gandeng STPI Sasar Desa Langkap

Jika pada umumnya siswa mengenakan seragam sekolah, maka setiap tanggal 24 mereka tampil dengan busana khas Madura, Sakera Marlena.

Pakaian ini memiliki ciri khas yang kuat dan sarat makna budaya. Untuk perempuan, identik dengan kebaya berwarna merah yang dipadukan dengan bawahan batik Madura.

Sementara laki-laki mengenakan kaos garis merah putih yang melambangkan karakter tegas dan berani, dilengkapi dengan luaran menyerupai jas hitam serta celana gombrong berwarna senada.

Syafira, siswa SMPN 5 Bangkalan, mengaku senang dengan adanya kebijakan tersebut. Menurut mereka, program ini menjadi sarana untuk lebih mengenal sekaligus melestarikan budaya daerah.

Baca juga :  Dugaan Mafia Solar Subsidi di Bangkalan Menguat, HMI Desak Polisi Bongkar SPBU dan Pemodal Besar

“Ini jadi momen bagi kami untuk lebih peduli terhadap budaya Bangkalan dan Madura,” ujar mereka.

Program rutinan ini juga menjadi bagian dari upaya memperingati hari jadi Bangkalan yang jatuh setiap 24 Oktober.

Lebih dari itu, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya generasi muda agar tetap bangga sebagai bagian dari masyarakat Madura.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap daerahnya semakin dikenal luas sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal serta memiliki komitmen kuat dalam pelestariannya. (nda)

Berita Terkait

UKM PSHT UTM Gelar Pelatihan Bela Diri dan Bantuan Hidup Dasar, Bekali Mahasiswa Hadapi Situasi Darurat
Madura Akhirnya Punya Fakultas Kedokteran, UTM Kantongi Izin Resmi dari Pemerintah
AI Disebut Tak Akan Gantikan Desainer Grafis, Dosen UTM: Manusia Tetap Penentu Ide dan Emosi
Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital
Judi Online dan Narkoba Mulai Masuk Desa, PSBH FKIS UTM Turun Gunung
Dinas Perpustakaan Bangkalan Hadirkan Penulis Muda, Semangati Pelajar MTsN Bangkalan Gemar Literasi
PMR MTsN Bangkalan Borong Prestasi di Ajang WJP XXXI Jatim 2026
Dispusip Bangkalan Gelorakan Budaya Baca Bersama Pegiat Literasi

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:02 WIB

UKM PSHT UTM Gelar Pelatihan Bela Diri dan Bantuan Hidup Dasar, Bekali Mahasiswa Hadapi Situasi Darurat

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:47 WIB

Madura Akhirnya Punya Fakultas Kedokteran, UTM Kantongi Izin Resmi dari Pemerintah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:54 WIB

AI Disebut Tak Akan Gantikan Desainer Grafis, Dosen UTM: Manusia Tetap Penentu Ide dan Emosi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:49 WIB

Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital

Senin, 11 Mei 2026 - 12:29 WIB

Judi Online dan Narkoba Mulai Masuk Desa, PSBH FKIS UTM Turun Gunung

Berita Terbaru

Opini

Menata Hati, Meniti Hari-hari

Jumat, 12 Jun 2026 - 04:01 WIB