PAMEKASAN || KLIKMADURA – Gema budaya dari seluruh penjuru Pulau Madura menyatu dalam giat akbar Semalam di Madura yang digelar Pemkab Pamekasan, Sabtu (1/10) malam.
Kegiatan tersebut menampilkan karya seni dan kebudayaan khas empat kabupaten di Pulau Garam, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Pamekasan ke-495 tahun 2025.
Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman, bersama Wakil Bupati H. Sukriyanto dan KMA Kementerian Kebudayaan RI Sjamsul Hadi, menandai pembukaan acara dengan pemukulan gong di Monumen Arek Lancor.
Bupati yang akrab disapa Kiai Kholil itu menyampaikan, kegiatan Semalam di Madura merupakan wujud nyata dari semangat tema Hari Jadi Pamekasan ke-495.
Yakni, menjadikan Pamekasan kreatif dan maju tidak hanya secara fisik dan ekonomi, tetapi juga dalam pelestarian dan pengembangan budaya.
“Monumen Arek Lancor ini bukan sekadar tempat, tapi memiliki filosofi mendalam. Perpaduan antara celurit dan kobaran api melambangkan keberanian, semangat yang tidak pernah padam, dan persatuan rakyat Madura. Bukan lambang untuk carok, seperti yang sering disalahartikan,” jelasnya.
Kiai Kholil menegaskan, kegiatan tersebut mempertemukan empat kepala daerah di Pulau Madura untuk menonjolkan kekayaan budaya masing-masing daerah.
Dia menilai, empat kabupaten sebagai pilar penopang kebesaran Madura yang bila bersatu dan harmonis, akan menjadi kekuatan besar dalam memajukan Jawa Timur dan Indonesia.
“Kami merasa bangga menjadi tuan rumah yang menjembatani pertemuan antar budaya di Pulau Madura. Bahkan kami hadirkan musik gambus Balasyik Entertainment dari Jember sebagai simbol keterbukaan dan semangat kreatifitas,” terangnya.
Mantan anggota DPR RI itu juga berpesan agar seluruh masyarakat tetap menjaga kesatuan, gotong royong, dan keharmonisan demi memperkuat semangat membangun Pamekasan yang lebih baik.
Sementara itu, Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA) Kementerian Kebudayaan RI Sjamsul Hadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran tersebut.
Menurutnya, usia 495 tahun bukan sekadar angka, melainkan cerminan perjalanan sejarah dan perjuangan panjang masyarakat Pamekasan.
“Pamekasan adalah salah satu pusat kebudayaan Madura karena letaknya di tengah empat kabupaten. Daerah ini memiliki karakteristik unik, perpaduan harmonis antara adat dan budaya. Kami terus mendorong akselerasi kebudayaan yang berbasis masyarakat dan komunitas,” ujarnya.
Giat Semalam di Madura menjadi momentum memperkuat identitas dan memperkokoh semangat kebersamaan empat kabupaten di Pulau Garam. (enk/nda)














