Puluhan Nasabah Pegadaian Datangi Polres Pamekasan, Laporkan Dugaan Penipuan Agen Hozizah

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 2 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA –  Puluhan nasabah Pegadaian berbondong-bondong mendatangi Polres Pamekasan, Jumat malam (1/11/2024). Mereka melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh seorang agen pegadaian bernama Hozizah.

Langkah hukum itu ditempuh lantaran para nasabah merasa pihak Pegadaian Pamekasan tidak memberikan kejelasan mengenai masalah yang terjadi.

Mujib, salah satu korban menyatakan, kedatangannya ke Polres Pamekasan untuk menuntut keadilan atas dugaan penipuan yang dialaminya. Ia mengklaim bahwa Hozizah melakukan penipuan yang merugikan sekitar 1.600 nasabah, dengan total kerugian mencapai Rp 66 miliar.

“Menempuh jalur hukum adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah ini, makanya kami datang ke sini untuk melapor,” kata Mujib.

Baca juga :  Pemkab Sumenep Rencanakan Tambah OPD Baru, Salah Satunya Badan Riset dan Inovasi

Menurut dia, Hozizah memiliki peran yang cukup strategis sebagai agen Pegadaian. Bahkan disebut sebagai agen nomor dua terbaik di wilayah Jawa Timur.

“Modus yang digunakan Hozizah bervariasi, mulai dari meminjam emas untuk digadai, meminjam uang dengan janji bonus, hingga pinjaman uang tanpa jaminan,” ujarnya.

Korban lain, Fatim, mengaku telah kehilangan uang Rp 300 juta. Ia menjelaskan, Hozizah meminjam emas senilai 10 gram dengan alasan ingin meningkatkan poinnya di Pegadaian. Selain itu, Fatim juga memberikan pinjaman uang senilai Rp 200 juta.

Baca juga :  Dua Perempuan Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dalam Sengketa TK ABA IV Pamekasan

“Awalnya pinjam emas 10 gram lebih, lalu tambah lagi. Saya juga meminjamkan uang Rp 200 juta karena dia kelihatannya orang baik,” Ucap Fatim.

Kasihumas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto, mengonfirmasi bahwa polres telah menerima pengaduan dari puluhan masyarakat terkait dugaan penipuan yang dilakukan oknum bernama Hozizah. Namun, pihaknya hanya mencatat pengaduan, bukan laporan.

“Sementara ini, kami hanya menerima aduan, karena jika satu per satu membuat laporan akan memakan waktu. Kami menyarankan agar dibentuk koordinator sehingga laporan bisa terpusat dalam satu berkas,” tuturnya.

Baca juga :  Polsek Tamberu Gagalkan Dugaan Penimbunan Solar Subsidi, Ratusan Liter BBM Diamankan

Ia menambahkan, sebelumnya Polres Pamekasan telah menerima satu laporan resmi terkait kasus tersebut. Puluhan nasabah yang datang itu dimungkinkan akan dijadikan sebagai saksi korban dalam proses penyelidikan.

“Kami akan segera menindaklanjuti dan melakukan proses penyelidikan sesuai prosedur yang ada,” tandasnya. (ibl/diend)

Berita Terkait

Raih Penghargaan dari PLN, Founder BIP Siapkan Program Listrik Gratis bagi Warga Miskin
Proyek Rehabilitasi Pasar 17 Agustus Pamekasan Kembali Diusulkan Melalui Perubahan APBD
PLN UP3 Madura Beri Penghargaan kepada Lima Pelanggan Prioritas
Rp4 Miliar Revitalisasi Empat Sentra PKL Pamekasan Gagal Digelar, DPRD Soroti Kinerja Dinas
Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja
Cegah APBD Jebol, Pemkab Pamekasan Cicil Dana Cadangan Pilkada Rp60 Miliar selama Tiga Tahun
Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma
Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Raih Penghargaan dari PLN, Founder BIP Siapkan Program Listrik Gratis bagi Warga Miskin

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Proyek Rehabilitasi Pasar 17 Agustus Pamekasan Kembali Diusulkan Melalui Perubahan APBD

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:10 WIB

PLN UP3 Madura Beri Penghargaan kepada Lima Pelanggan Prioritas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Cegah APBD Jebol, Pemkab Pamekasan Cicil Dana Cadangan Pilkada Rp60 Miliar selama Tiga Tahun

Berita Terbaru