Aktivis Anti Korupsi Desak Polres Pamekasan Tuntaskan Kasus Gebyar Batik

- Jurnalis

Jumat, 31 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Barisan Lawan Korupsi – Madura (Blok-M) mendatangi Mapolres Pamekasan, Kamis (30/4/2024).

Mereka mempertanyakan kinerja korps bhayangkara dalam menangani kasus dugaan korupsi Gebyar Batik Pamekasan (GBP) 2022.

Kegiatan yang menelan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar itu diduga jadi bancanakan. Kasusnya, kini bergulir di Polres Pamekasan.

Ketua Umum Blok-M Mohammad As’adi mengatakan,  kedatangannya ke Polres Pamekasan dalam rangka mempertanyakan kelanjutan penanganan kasus dugaan korupsi GBP 2022.

Sebab, kasus tersebut bergulir sejak lama tetapi belum ada tersangka yang ditetapkan. Sementara, proses penyelidikan sudah berjalan.

Baca juga :  Dampak Efisiensi Anggaran, Kuota RTLH di Pamekasan Terjun Bebas

“Kerja apa selama ini Polres Pamekasan ini? Kok proses penyelidikan kasus dugaan korupsi ini lama sekali? Itu yang kami pertanyakan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Adi itu menyampaikan, audit dari Inspektorat terkait dugaan korupsi itu sudah keluar. Tetapi, proses penyelidikan belum ada perkembangan signifikan.

Bahkan, kasus dugaan korupsi gebyar batik itu terkesan jalan di tempat. Polisi selalu beralibi masih penyelidikan.

“Pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan, hasil audit Inspektora juga sudah keluar, lalu menunggu apa lagi?,” katanya.

Adi meminta Polres Pamekasan serius menangangi kasus tersebut. Jika tidak segera ada perkembangan, gerakan masyarakat akan semakin massif.

Baca juga :  Berharap Jadi Tuan Rumah Piala Gubeng 2028, PAKAR SAKERA Ajukan Pemagaran Lapangan Karapan Sapi Murtajih

“Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Bahkan, secara kontinyu kami akan menanyakan progres penanganan kasus dugaan korupsi ini,” katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengatakan, penanganan kasus dugaan korupsi gebyar batik itu terus berlanjut.

Penyidik melakukan pendalaman terhadap hasil audit yang dikeluarkan Inspektorat. Dimungkinkan, Juni sudah ada progres dari pendalaman tersebut.

“Mohon bersabar, kami masih mendalami hasil audit Inspektorat. Kami sangat berhati-hati dalam menangani perkara dugaan korupsi ini,” tandasnya. (diend)

Berita Terkait

Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma
Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen
Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 
Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
AJP-DKP Bakal Gelar Pekan Kebudayaan Madura, Angkat Warisan M. Tabrani untuk Indonesia
Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta
Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

Berita Terbaru