Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Jadi Sorotan, Sebut Istilah “Bodrex” Tak Pantas Keluar Dari Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pernyataan Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf, yang menyebut jurnalis Klik Madura dengan istilah “bodrex” terus menuai sorotan dari berbagai kalangan.

Kali ini, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili, turut mengkritik pernyataan tersebut karena dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pimpinan lembaga pendidikan berbasis Islam.

Halili menegaskan, wartawan memiliki tugas mencari informasi, mengumpulkan data, serta menyajikannya menjadi produk jurnalistik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan bagian dari hak, tugas, dan kewajiban insan pers serta perusahaan media yang dilindungi oleh ketentuan perundang-undangan.

Baca juga :  Pendapatan Naik Rp63,8 Miliar, Pemkab Pamekasan Ajukan Perubahan APBD 2026

“Dengan penyampaian seperti itu tentu tidak mencerminkan sikap yang baik sebagai lembaga pendidik dan orang yang terdidik. Hal ini disampaikan oleh pimpinan lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi contoh bagi dunia pendidikan,” ujarnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai, setiap persoalan semestinya disikapi dengan cara yang baik agar menghasilkan penyelesaian yang positif.

Sebab, meskipun seseorang merasa berada di posisi yang benar, cara menyampaikan pendapat yang tidak tepat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Halili juga meminta agar keberadaan insan pers dihargai sebagaimana mestinya karena profesi wartawan memiliki landasan hukum dan pedoman etik yang jelas. Di antaranya, Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang menjadi acuan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Baca juga :  Dikeluhkan Karena Cepat Rusak, DPRD Pamekasan Soroti Proyek JUT Rp 30 Miliar

“Terutama yang sudah memiliki sertifikat UKW, tentu hal itu harus dinilai juga karena tidak mungkin membuat produk jurnalistik yang tidak sesuai dengan KEJ. Kalau memang mau menyikapi karena privasi, sampaikan saja kalau itu privasi atau permasalahan internal, jangan sampai menyampaikan ungkapan yang membuat orang lain tersinggung,” ungkapnya.

Menurut Halili, Yayasan Al-Uswah Pamekasan merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam yang memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan kepada lingkungan sekitarnya.

Sikap dan tutur kata para pimpinannya dinilai penting karena dapat menjadi contoh bagi siswa, tenaga pendidik, wali murid, hingga masyarakat luas.

Baca juga :  Optimalkan Layanan UHC Pamekasan, Edy Gelora Desak Tambahan Anggaran Rp12 Miliar

“Iya, sebagaimana tenaga pendidik yang terdidik, tentu perihal menghargai orang lain menjadi suatu hal penting yang harus diperhatikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Klik Madura telah berupaya menghubungi Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf, untuk meminta konfirmasi dan tanggapan atas pemberitaan sebelumnya. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan respons. (enk/nda)

Berita Terkait

Kuliah di Gedung Dewan, Ratusan Mahasiswa UIN Madura Diajak Kritis Mengawal Kebijakan
Peringati HKN ke-62, Puskesmas Pademawu Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental
Harjad ke-496 Pamekasan, Bang Ali BIP Serukan Persatuan dan Kepedulian Sosial
Bupati Apresiasi Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jawa Timur
Pelayanan Satpol PP dan Damkar Pamekasan Digenjot, Realisasi Fisik dan Keuangan Tembus 80,61 Persen
Kado Indah Harjad ke-496 Kabupaten Pamekasan, Masyarakat Kembali Nikmati Layanan UHC Prioritas 
Harjad ke-496, DPRD Pamekasan Dorong Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran
Dari Madura hingga Tionghoa-Arab, Simfoni Budaya Gambarkan Keberagaman Pamekasan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:50 WIB

Kuliah di Gedung Dewan, Ratusan Mahasiswa UIN Madura Diajak Kritis Mengawal Kebijakan

Rabu, 4 November 2026 - 11:43 WIB

Peringati HKN ke-62, Puskesmas Pademawu Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental

Rabu, 4 November 2026 - 11:12 WIB

Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Jadi Sorotan, Sebut Istilah “Bodrex” Tak Pantas Keluar Dari Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam

Selasa, 3 November 2026 - 14:50 WIB

Harjad ke-496 Pamekasan, Bang Ali BIP Serukan Persatuan dan Kepedulian Sosial

Selasa, 3 November 2026 - 14:28 WIB

Bupati Apresiasi Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jawa Timur

Berita Terbaru