Ruang Digital Tak Boleh Jadi Ancaman, KOPRI Jatim Desak Diskominfo Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOPRI PKC PMII Jawa Timur saat melakukan audiensi dengan jajaran Diskominfo Provinsi Jawa Timur di Aula Argopuro Diskominfo Jatim, Rabu (23/9/2026). (ISTIMEWA)

KOPRI PKC PMII Jawa Timur saat melakukan audiensi dengan jajaran Diskominfo Provinsi Jawa Timur di Aula Argopuro Diskominfo Jatim, Rabu (23/9/2026). (ISTIMEWA)

SURABAYA || KLIKMADURA – Perempuan dan anak menjadi kelompok yang rentan menghadapi berbagai risiko di ruang digital. Kondisi tersebut mendorong Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur mendesak penguatan literasi, edukasi, dan kolaborasi untuk mewujudkan ruang digital yang aman, ramah, dan inklusif.

Dorongan tersebut disampaikan KOPRI Jatim saat melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur di Aula Argopuro Diskominfo Jatim, Rabu (23/9/2026).

Audiensi tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai tantangan di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi digital. Persoalan yang menjadi perhatian di antaranya perundungan digital, kekerasan berbasis gender online, penyalahgunaan data pribadi, hingga paparan informasi yang tidak ramah bagi anak.

Kegiatan tersebut dihadiri Kholisatul Hasanah bersama sejumlah pengurus KOPRI PKC PMII Jawa Timur. Rombongan diterima jajaran Diskominfo Jawa Timur yang diwakili Nofian Adi Prasetyawan, S.Kom., M.I., selaku Ketua Tim Kerja Pusat Data, serta Drs. Satriyo Wahyudi, M.Si., selaku Ketua Tim Kerja Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Penyelenggaraan Statistik.

Baca juga :  Kado Indah Hardiknas 2026, SMAN 2 Pamekasan Raih Lencana Jer Basuki Mawa Beya

Dalam pertemuan tersebut, KOPRI Jatim mendorong Diskominfo Jatim memperkuat kampanye digitalisasi yang ramah terhadap kelompok rentan. Selain itu, diperlukan ruang komunikasi dan informasi yang mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam beraktivitas di dunia digital.

“Kami ingin ruang digital tidak hanya menjadi ruang untuk mendapatkan informasi, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan. Karena itu, kami mendorong adanya kolaborasi untuk memperkuat kampanye digitalisasi yang ramah dan inklusif serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab,” tutur Kholisatul Hasanah.

Baca juga :  Akhmad Ma'ruf Bakal Bangun Perusahaan Energi Baru Terbarukan di Madura, Butuh 200 Hektare Lahan dan 50 Ribu Pekerja

KOPRI Jatim menilai penguatan literasi digital tidak bisa dibebankan kepada satu pihak. Kolaborasi diperlukan agar masyarakat tidak sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami keamanan, etika, serta cara melindungi diri ketika beraktivitas di ruang digital.

Menanggapi dorongan tersebut, Nofian Adi Prasetyawan menyampaikan bahwa terciptanya ruang digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, keterlibatan organisasi mahasiswa dan masyarakat dinilai penting dalam memperluas edukasi serta literasi digital.

“Ruang digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi dengan organisasi mahasiswa dan masyarakat menjadi penting untuk memperluas edukasi serta literasi digital sehingga pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Nofian Adi Prasetyawan.

Baca juga :  Didapuk Jadi Pemateri PMB III, Jurnalis Klik Madura Jelaskan Sejarah dan Tujuan IMABA

Sementara itu, Drs. Satriyo Wahyudi, M.Si., menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam memahami serta menggunakan informasi secara tepat seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Perkembangan teknologi harus diiringi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menggunakan informasi secara tepat. Karena itu, edukasi dan literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun ruang komunikasi yang sehat, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Satriyo Wahyudi.

Melalui audiensi tersebut, KOPRI Jatim berharap terbangun sinergi berkelanjutan bersama Diskominfo Jatim. Kolaborasi tersebut diarahkan pada penguatan literasi digital, edukasi publik, serta kampanye yang mendorong terciptanya ruang digital yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak. (nda)

Berita Terkait

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika, Disamarkan dalam Muatan Keramik
IKABU Nusantara Teguhkan Khidmah, Siap All Out Sukseskan Muktamar Ke-35 NU
Meluruskan Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali: Bapak Arif Guru Saya, Ini Hanya Miskomunikasi
Siap Pimpin DPC PKB Sampang, Buya Alyadi Mustofa Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan
Rayakan HUT ke-125, PT. Pegadaian Syariah Santuni 560 Anak Yatim dan Dhuafa
Dukung Madura Provinsi, Akhmad Makruf Ingatkan Elite Move On dari Ketergantungan APBN
Terseret Korupsi BSPS Sumenep, Tenaga Ahli Mantan Anggota DPR RI Masuk Bui
Dinilai Lecehkan Kiai dan Pondok Pesantren, GP Ansor Jatim Resmi Laporkan Trans7 ke Polda Jatim

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 01:25 WIB

Ruang Digital Tak Boleh Jadi Ancaman, KOPRI Jatim Desak Diskominfo Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:19 WIB

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika, Disamarkan dalam Muatan Keramik

Senin, 20 Juli 2026 - 09:13 WIB

IKABU Nusantara Teguhkan Khidmah, Siap All Out Sukseskan Muktamar Ke-35 NU

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:53 WIB

Meluruskan Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali: Bapak Arif Guru Saya, Ini Hanya Miskomunikasi

Jumat, 10 April 2026 - 08:17 WIB

Siap Pimpin DPC PKB Sampang, Buya Alyadi Mustofa Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Berita Terbaru