PAMEKASAN || KLIKMADURA – Memilih makanan dan minuman tidak cukup hanya dengan melihat merek atau iklan yang ditawarkan. Masyarakat perlu memperhatikan kandungan serta komposisi produk sebelum memutuskan untuk membelinya.
Ahli Gizi Puskesmas Palengaan Tumsyil Adyana mengatakan, salah satu cara sederhana untuk mengetahui kandungan makanan dan minuman adalah dengan membaca Informasi Nilai Gizi (ING) serta komposisi yang tercantum pada kemasan.
Menurutnya, tiga bahan yang tercantum paling awal dalam daftar komposisi umumnya menjadi bahan dasar atau kandungan utama dalam produk tersebut.
“Karena sekarang banyak yang kemakan iklan di medsos dan juga televisi. Padahal kita harus melihat di ING dan komposisi produk tersebut,” terangnya.
Tumsyil menjelaskan, masyarakat biasanya lebih memperhatikan kandungan gula, garam, kalori, dan karbohidrat pada produk makanan maupun minuman. Padahal, istilah gula dalam ilmu gizi tidak hanya ditulis sebagai gula, tetapi dapat berupa fruktosa, glukosa, laktosa, hingga maltodekstrin.
Ia mencontohkan susu UHT yang secara alami mengandung laktosa dari susu. Sementara pada sejumlah produk dapat ditemukan pula fruktosa dan sukrosa sebagai gula tambahan yang rasanya lebih manis.
“Dan hal itu yang menyebabkan naiknya gula darah secara cepat di dalam tubuh,” ungkap Tumsyil.
Ia mengatakan, terdapat batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang perlu diperhatikan masyarakat. Salah satu pedoman yang dikenal adalah G4, G1, L5, yakni gula empat sendok makan, garam satu sendok teh, dan lemak lima sendok makan.
Tumsyil juga menjelaskan penggunaan monosodium glutamate (MSG) atau micin. Menurutnya, kandungan natrium pada MSG dapat lebih rendah dibandingkan garam dapur sehingga penggunaannya tetap perlu memperhatikan jumlah keseluruhan natrium yang dikonsumsi.
Ia menambahkan, kebutuhan natrium juga perlu disesuaikan dengan kelompok usia. Untuk orang dewasa, batas konsumsi natrium disebut sekitar 2.100 miligram atau setara satu sendok teh.
“Kalau dewasa itu cukup 2100 mg atau setara dengan satu sendok teh,” ujar Tumsyil.
Selain memperhatikan asupan makanan dan minuman, masyarakat juga diimbau memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas terdekat.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sehingga potensi masalah kesehatan dapat diantisipasi lebih dini.
“Pola hidup sehat, makan dan minuman yang bergizi dan alangkah baiknya mengkonsumsi mamin yang real food saja,” tukasnya. (enk/nda)














